Pages

Sabtu, 23 Mei 2015

TASK ENGLISH

NAME    : ALMIRA NAZMA
CLASS   : 1EA24
NPM       : 10214881



Me : Excusme sir, may I have your time just a few minutes maybe its around 7 minutes
Mr. Chris : oh of course, can I help you ?
Me : oh of course sir, I get a task from my college to talk with foreigners in tourism object. Because I see you in this Batavia Old Town I want to ask about some questions of tourism.
Mr. Chris : oh I see,
Me : Firstly  I wanna say, welcome to Indonesia, and enjoy Jakarta..
Mr. Chris : I very enjoy in Jakarta and at beautifull place
Me : May I know yor name ?
Mr. Chris : my name Chris, you can call me Chris.
Me : oh.... your name is Chris , so nice.
Mr. Chris : yes thankyou.
Me : where do you come from ?
Mr. Chris : I'm from Hongkong.
Me : Mr. Chris visit Jakarta with who ?
Mr. Chris : with my friends.
Me : Do you know, where are you know?
Mr. Chris : I dont Know but I know Im in at the museum Jakarta.
Me : This is old Batavia Town, if you enter that building you can see the history of Indonesia, when struggle from the Belanda Colonial.
Mr. Chris : oh I interested to know abaout Indonesia historical.
Me : what are you doin in puppet museum sir ?
Mr. Chris : to see some collection of puppet in Indonesia.
Me : why do you choose puppet museum ?
Mr. Chris : Because puppet is the doll of Indonesia has, so I visit this Batavia Old Town and entered puppet museum to see look like the traditional doll of Indonesia or known as puppet.
Me : I think thats all, and enough, its be honored that I can have some talk with you, and I hope you can get many knowledge when you visit museum puppet and Batavia Old Town. I hope also you can enjoy in Jakarta. Thank you so much Mr. Chris for your attention.
Mr. Chris : Oh your welcome, what is your name girl ?
Me : My name is Almira sir.
Mr. Chris : Nice to meet you Almira.
Me : oh yeahh Nice to meet you too Mr. Chris.

Jumat, 23 Januari 2015

KESIMPULAN PER-BAB ILMU BUDAYA DASAR


BAB I
MASALAH KEBUDAYAAN

  Ø  Pengertian kebudayaan berasal dari perkataan latin: “colere” yang artinya mengolah,   
   menyuburkan, dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini 
   berkembanglah arti culture “sebagai daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah 
   alam”.
   Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa Sansakerta “buddhayah”,   
   yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.
   Dalam masyarakat ramai kebudayaan sering di artikan sebagai THE GENERAL BODY OF THE   
   ARTS.
                
  Ø  Wujud kebudayaan dan unsur-unsurnya
  Prof. Dr. Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam, yaitu:
   1.      Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,   

            peraturan, dan sebagainya.
   2.      Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia
            dalam masyarakat
   3.      Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia

   Ø   Hubungan antara manusia, masyarakat dan kebudayaan
     Hubungan manusia, masyarakat, dan kebudayaan yaitu Manusia, masyarakat, dan kebudayaan   
   merupakan satu kesatuan yang tidak dapat lagi dipisahkan dalam artinya yang utuh. Karena ketiga 
   unsur inilah kehidupan mahluk sosial berlangsung.

   Ø  Pengaruh Barat dan Kebudayaan Nasional
   Pengaruh kebudayaan barat sangat nyata dengan adanya proses modernisasi kehidupan masyarakat     kita.
    Sistem demokrasi barat telah mempercepat bangsa kita untuk menggalang solidaritas masyarakat   
    terutama sesudah lepas dari penjajahan, untuk menyusun sistem sosial dan organisasi                      
    pemerintah   yang sesuai dengan tuntutan jaman.  Tekanan-tekanan budaya barat terhadap budaya 
    Indonesia sebelumnya, yaitu anasir asli, Hindu, dan Islam, memanglah cukup berat. Namun dalam 
    praktek kehidupan sehari-hari masyarakat belum mau demikian saja meninggalkan unsur 
    kebudayaan tradisionalnya. Mereka masih berusaha memadukan unsur-unsur modern dan 
    tradisional.


    Ø  Pengaruh agama dan kebudayaan
    Menurut Yosselin de Yong: pengaruh Islam terhadap kebudayaan Indonesia bersifat        
    damai dan membangun. Jadi tidak hanya damai dan mendorong saja, tetapi juga 
    membangun. Seperti pengaruh-pengaruh agama Islam dalam perkawinan, warisan, 
    hak-hak wanita dan lain-lain.
    Kami sependapat dengan analisis Yong tersebut sebab ternyata pengaruh Islam tidak 
    hanya pada kepercayaan dan adat istiadat sehari-hari, bahkan sampai pada bidang 
    hukum dan upacara-upacaranya. Dan kami sependapat dengan istilah adaptasi, 
    sehingga Islam adalah satu-satunya agama yang lengkap dan sebagai sumber 
    kebudayaan.




    BAB II
   MANUSIA DAN CINTA KASIH

   Ø Makna kasih sayang
    Dalam kasus umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminto, kasih sayang  
    diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada  
    seseorang.
   Dalam kasih sayang ini sadar atau tidak dari masing-masing dituntut tanggung jawab, 
   pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga  
   keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
   Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka               retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, akan  
  terancam kebahagiaan rumah tangganya

   Ø  Kasih sayang dalam keluarga
   Bila percintaan pria-wanita diakhiri dengan perkawinan maka didalam kehidupan              
   berumah  tangga, dikeluarga ini akan menemukan kebahagiaan mereka. Membangun 
   kasih saying     yang erat akan menambah kebahagiaan cinta kasih di dalam kelurga.

   Ø  Makna kemesraan
   Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah 
   perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat membangkitkan daya kreatifitas manusia untuk 
   menciptakan atau menikmati seni budaya, seni sastra, seni music, seni tari, seni lukis, 
   dan sebagainya.

   Ø  Makna pemujaan
   Pemujaan adalah makna cinta kasih manusia terhadap tuhannya.

   Ø  Makna belas kasihan
  Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini     bukan karena, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. 
   Penderitaan ini mempunyai arti yang luas. Mungkin tua, yatim-piatu, penyakit yang 
   dideritanya, dan sebagainya.



    BAB III
    MANUSIA DAN KEINDAHAN

     Ø  Makna keindahan
     Keindahan bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat,  
     selera mode, kedaerahan atau local.
    Ciri-ciri keindahan menyangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung  
     kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetri), keseimbangan 
     (balance),dan pertentangan (contrast). Keindahan tersusun dari keselarasan dan pertentangan 
      dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.

      Ø  Makna renungan
      -       Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah  
           dimiliki dapat disebut berfilsafat. Pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada penalaran.  
           Penalaran adalah proses berfikir yang logika dan analitik. Berpikir merupakan kegiatan 
          untuk menyusun pengetahuan yang benar. Berpikir logik menunjuk pola berpikir   
         secara luas. Kegiatan berfikir dapat disebut logik ditinjau dari suatu logika tertentu.

      -       Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan     
          keindahan didasarkan atas 3 macam teori, ialah teori pengungkapan, teori               
          metafisika,   dan teori psikologis. Teori pengungkapan dikatakan oleh Benedetto 
         Croce, bahwa seni adalah pengungkapan kesan-kesan.

      Ø  Makna keserasiaan
     Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, 
     atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena mengandung unsur pengertian  
     perpaduan,ukuran dan seimbang.

      Ø  Makna kehalusan
    Kehalusan berasal dari kata halus, artinya tidak kasar, lembut, sopan, baik, beradap.  
    Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan atau keadaban.
    Halus bagi manusia ialah suatu sikap yakni sikap halus, lembut dalam tutur kata, tingkah 
    laku dan gerak perbuatannya. Kehalusan atau kelembutan merupakan gambaran hati 
    yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama. Kehalusan atau kelembutan atau 
    sebaliknya  kekasaran itu yang menilai orang lain. Dan yang dinilai ialah gerak-gerik,  
    roman, muka, tutur bahasa, dan sebagainya.

    Ø  Keindahan objektif dan subjektif
   keindahan objektif dimaksudkan ialah keindahan yang secara hakiki ada pada ssesuatu 
   benda atau apa saja sedangkan Keindahan subjektif sangat bergantung kepada 
   kepentingan-kepentingan subjek penanggapnya.

    Ø  Seiktar masalah kesenian
   Jika melihat batasan seni atau kesenian menurut Read diturunkan pembagiannya        
    sebagai  berikut:
    1.    Seni Visual            = lukisan
    2.    Seni plastis            = seni gerakan dan patung, seni pahat
    3.    Seni music             = lagu dan karya music dalam bentuk bunyi.
    4.    Sastra yang termasuk karya-karya sastra meliputi :
        -karya ilmiah, novel,cerpen
    5.    Seni gerak             = tari


     BAB IV
     MANUSIA DAN PENDERITAAN
     Ø  Makna penderitaan
   Penderitaan dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya 
   menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang 
   tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Yang termasuk penderitaan  
   itu antara lain keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan 
   lain-lain.
   Penderitaan tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Karena setiap orang 
   akan/pernah mengalami penderitaan. Nasib malang atau penderitaan datang tidak dapat  
   ditolak, harus diterima apa adanya, kita pasrah kepada Tuhan.

    Ø  Makna siksaan
   Siksaan tak dapat di pisahkan dengan dosa. siksaan yang berhubungan dengan dosa 
   adalah siksaan di  hari kiamat , siksaan di neraka merupakan tugas para ahli agama 
   untuk membicarakan. Sedang yang di bahas dimodul ini hanya siksaan manusia yang 
   dialami di dunia fana ini.
   Siksaan itu berupa penyakit, siksaaan hati, siksaan badan oleh orang lain dsb.Siksaan 
   Manusia ini ternyata juga menimbulkan kreatifitas baik bagi yang pernah mengalami  
   siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung atau tidak 
   langsung. Hal ini terbukti dengan banyaknya tulisan baik berupa berita, cerpen, ataupun 
   novel yang mengisahkan siksaaan orang.Bahkan siksaan itu banyak pula yang difilmkan.

     Ø  Makna rasa sakit
    Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi si penderita. Rasa sakit akibat menderita 
    penyakit, atau sakit.Rasa sakit atau penyakit dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap 
    penderita kepadaTuhan, dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita, dapat 
    membuka rasa keprihatinan manusia, rasa social, dermawan, dan sebagainya.

     Ø  Neraka
     Neraka berhubungan erat dengan dosa dan kesalahan. Orang salah mendapat hukuman. Hukuman 
     identik dengan siksaan. Siksaan adalah rasa sakit dan rasa sakit adalah pederitaan.

     Ø  Beberapa kasus penderitaan
     1.    Penderitaan dapat dialami oleh setiap orang.
     2.    Penderitaan dapat muncul karena adanya konflik antara ciri-ciri kepribadian dengan fungsi  
          lingkungan yang tidak sesuai dengan harapannya, berpisah dengan sesuatu yang dicintai, dan 
          adanya rasa ketakutan.
      3.    Penderitaan terjadi apabila manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya
          (Biologis, psikologis, dan sosial) mengalami hambatan,
      4.    Penderitaan yang dialami dan dirasakan terlalu berat dapat meningkatkan dan dapat    
           mengganggu jiwa seseorang.
      5.    Penderitaan itu dapat dihilangkan.

       Ø  Sumber penderitaan
       Manusia pada hakikatnya adalah makhluk hidup yang memiliki kepribadian yang tersusun dari  
       perpaduan dan saling berhubungan dan pengaruh mempengaruhi antara unsur-unsur jasmani, 
      dan  rohani. Dan karna itu penderitaan dapat pula terjadi pada tingkat jasmani dan rohani.

      Ø  Upaya menghindari dari penderitaan
     Hidup obyektif mempunyai peranan penting dalam menentukan tujuan hidup, dalam  
     mengejarnya,  dalam menghayatinya.

 

      BAB V
      MANUSIA DAN KEADILAN

       Ø  Makna keadilan
       Perilaku yang seimbang dalam menghadapi kewajiban dan hak nya masing-masing.
      Ditinjau dari bentuk atau punsifat-sifatnya, keadilan dapat dikelompokkan menjadi 3 
      jenis :
      1.    Keadilan legal/moral
      2.    Keadilan distributif
      3.    Keadilan komutatif

      Ø  Kejujuran dan kebenaran
     artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hatinuraninya apa yang  
     dikatanya  sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah 
     kenyataan yang benar-benar ada.

      Ø  Kecurangan
      apa yang dikatakan tidak sesuai dengan hatinuraninya.
      Ada empat aspek yang menyebabkan kecurangna yakni Aspek Ekonomi, Aspek   
      kebudayaan, Aspek peradaban, dan Aspek teknik

     Ø  Pemulihan nama baik
   Nama baik merupakan salah satu tujuan utama orang hidup.Nama baik adalah nama 
  yang tidak tercela. Penjagaan nama baik erat hubungnya dengan tingkah laku atau 
  perbuatan. Atau, boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau  
  perbuatannya.

    Ø  Pembalasan
  Pembalasanialahsuatureaksiatasperbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa 
  perbuatan  yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkahlaku yang serupa, tingkahlaku 
  yang seimbang.



     BAB VI
     MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

     Ø  Manusia dan tanggung jawab

Kesanggupan seseorang untuk melaksanakan suatu tugas wajib (kewajiban) yang diberikan kepadanya, dapat dikatakan bahwa ia bertanggng jawab, khususnya bertanggung jawab terhadap selesainya tugas itu, sebaliknya bila ia lalai menjalankan tugasnya akan dikatakan tidak mempunyai tanggung jawab moral.Tidak mempunyai kewajiban, tidak dapat disamakan dengan tidak mempunyai tanggung jawab, sebab memang tidak ada kewajiban atau tugas yang harus dikerjakan.

     Ø  Makna tanggung jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

     Ø  Makna kesadaran
Kesadaran berasal dari kata sadar artinya tahu, mengerti, ingat, terbuka hati/pikirannya untuk berbuat sesuai dengan  kata hatinya. Dalam berbuat, kadang-kadang orang hanya melanggar satu norma, kadang-kadang sekaligus melanggar dua tiga norma. Kesadaran moral amat penting untuk diperhatikan orang, karena pelanggaran moral dapat berakibat merusak nama. Oleh ini tidak berarti bahwa kesadaran yang lain tidak penting. Semua kesadaran penting, karena ketidaksadaran adalah salah satu hal yang dapat menggoncangkan atau sekurang-kurangnyamembuat kepincangan dalam hidup.

     Ø  Makna pengorbanan
Pengorbanan ialah pemberian secara ikhlas yang berupa pikiran, pendapat, harta, waktu, tenaga, bahkan mungkin nyawa, demi cinta, kesetiaan, ikatan sesuatu, kebenaran, dan mungkin juga kesetiakawanan.


     BAB VII
     MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

      Ø  Pandangan hidup dan ideology
Ideologi menurut William(1959) mengandung dua hal yaitu: (1) unsur unsur filsafat yang digunakan atau unsur yang digunakan sebagai dasar suatu kegiatan,dan (2) pembenaran intelektual untuk seperangkat norma-norma. Munandar Sulaiman (1987:76) menyimpulkan pendapat Lenski (1974) yang menyatakan bahwa ideologi merupakan komponen dasar terakhir dari sistem sistem sosiobudaya.Bagi masyarakat ideologi tersusun dari tiga unsur,yaitu:
1.    Pandangan hidup
2.    Nilai-nilai, dan
3.    Norma-norma
Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai nilai. Pandangan hidup memberi semangat pada nilai nilai.


        Ø  makna cita-cita
Cita adalah hati; cita cita adalah suatu keinginan yang terkandung di dalam hati. Karena itu cita cita berarti angan angan, keinginan, harapan, atau tujuan. Cita cita tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena tanpa cita cita berarti manusia tanpa dinamika. Tak ada dinamika berarti tak ada kemajuan dan hidup asal hidup saja, statis.Keinginan ada yang baik dan ada yang buruk. Keinginan yang baik bersifat luhur. Keinginan itu dicapai dengan tidak merugikan orang lain.

        Ø  Makna kebijakan
Kebajikan atau kebaikan adalah perbuatan yang mendatangkan kebaikan pda hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma norma agama dan etika.manusia berbuat baik, makhluk bermoral, atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.

        Ø  Makna sikap hidup
Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa positif, bisa negatif, bisa apatis, atau sikap optimis atau pesimis bergantung pada pribadi orang itu dan juga lingkungannya. Setiap manusia mempunyai kadar sikap. Kadar sikap yang dimiliki manusia satu sama lain tidak sama. Sikap orang dapat berubah karena situasi dan kondisi lingkungan. Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada bebrapa sikap etis dan sikap non etis.

       Ø  Manusia dan pandangan hidup
Pandangan hidup dapat merupakan keseluruhan garis dan kecenderungan jalan jalan dan nilai nilai yang akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannya. Dari pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata kata dan tingkah laku dan cita cita, sikap, dorongan atau tujuan yang akan dicapai.Contoh dari pandangan hidup manusia adalah:
a.    Hidup bahagia, sejahtera
b.    Hidup sejahtera penuh kebahagiaan dan cinta kasih
c.    Hidup panjang umur untuk sanak kerabat dan dirinya serta bahagia,penuh cinta kasih.


      BAB VIII
      MANUSIA DAN KEGELISAHAN

       Ø  Kegelisahan dan Sumber-sumbernya
Banyak orang berpikir bahwa kegelisahan merupakan keadaan yang tak “diinginkan” . tetapi para ahli jiwa berpikir bahwa kegelisahan merupakan kondisi hidup manusia, atau sebagai “kawan akrab” yang memberi stimulus kepada tingkah laku manusia . kegelisahan yang tak terhindarkan disebabkan oleh kompleksitas manusia,lingkungan dimana ia tinggal , dan keterbatasan fisik dan jiwannya.

       Ø  Makna kata gelisah
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya rasa tidak tentram di hati atau rasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya),tidak sabar lagi (menanti),cemas dan sebagainya. Kegelisahan artinya perasaan gelisah,khawatir,cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatiratau takut.

       Ø  Makna Keterasingan
Tersasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.

       Ø  Makna kesepihan
Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi , lengang,tidak ramai,tidak ada orang atau kendaraan, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli,tak ada apa-apa, dan sebagainya. Kesepian adalah keadaan sepimatau hal sepi.

        Ø  Makna ketidakpastiaan
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu atau mendua, atau aapa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas,. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi . ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikiranya kacau .

       Ø  Sebab-sebab terjadinya ketidakpastiaan
1.    Obsesi
2.    Phobia
3.    Kompulsi
4.    Hysteria
5.    Delusi
6.    Halusinasi


       BAB IX
       MANUSIA DAN HARAPAN

        Ø  Berbagai contoh dalam kehidupan
a.    Penderitaan yang dialami oleh seorang ibu yang sudah saatnya bersalin. Rasa sakit yang dialami sering ia dilukiskan sebagai seribu rasa sakit berpadu dalam satu saat. Pada saat itu yang diharapkan oleh seorang ibu yang sedang bersalin adalah kelahiran anaknya, laki-laki atau perempuan, dan dalam keadaan hidup juga sehat. Selanjutnya ia berharap pula agar ia dapat segera mendekap anaknya yang baru saja melahirkan, disusuinya, ditempelkan di didadanya agar degup jantung ibunya dapat didengar oleh anaknya, demikianlah harapan ibunda terhadap anaknya dengan penuh kasih dan sayang.
b.    Penderitaan yang dialami oleh orang yang sedang sakit; ia pergi berobat ke dokter atau kepada orang yang dianggapnya dapat mengobatinya, dengan harapan ia dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya.
c.    Penderitaan para pejuang kemerdekaan. Dengan berperang melawan para penjajah, dengan harapan agar kemerdekaan yang diperjuangkannya dapat terwujud.

Ø  Nilai-nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan
Di dalam hasil budaya yang berupa hasil sastra dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya. Jika nilai budaya tersebut diangkat oleh pengubah/penulisnya, sebagai temuan gagasan utama, maka hasil sastra itu pada hakikatnya memantapkan harapan masyarakat yang ide-idenya “terwakili” dalam hasil sastra tersebut. Misalnya dalam sastra Jawa meliputi nilai budaya sebagai berikut;
1.    Nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
2.    Nilai-nilai kerumahtanggaan, dan
3.    Nilai-nilai kemandirian kaum wanita.

         Ø  Makna harapan
Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Putus harapan berarti putus asa.
            Contoh:
1.    Budi seorang mahasiswa Universitas Terbuka, ia belajar rajin dengan harapan di dalam Ujian semester memperoleh nilai A.
2.    Mang udin seorang petani yang rajin. Sejak mulai menggarap sawahnya, ia mempunyai harapan agar hasil panen baik dan hasilnya selain cukup di makan juga dapat untuk memperbaiki rumahnya.
Dari kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Mang udin adalah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras.
Harapan artinya keinginan yang belum terwujud. Setiap orang mempunya harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia. Manusia yang tak mempunyai harapan berarti tak dapat diharapkan lagi. Namun jika terlalu banyak berharap itu menyakitkan. Dan banyak memberi harapan itu php

          Ø  Makna kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
            Ada ucapan yang sering kita dengar
-          Ia tidak percaya pada diri sendiri.
-          Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita kurang dapat dipercaya akan kebenarannya.
-          Kita harus percaya akan nasihat-nasihat itu diambil dari ajaran Al-Quran dan sebagainya.

Ø  Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Karena itu, sesuai dengan contoh-contoh di depan, maka kepercayaan dapat dibedakan atas :
1.    Kepercayaan terhadap diri sendiri
2.    Kepercayan terhadap orang lain
3.    Kepercayaan terhadap pemerintah
4.    Kepercayaan terhadap Tuhan


















 

(c)2009 Almira Nazma's Blog. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger