Bab I
Pendahulan
A. Jenis pasar
a. Pasar Monopoli
Menurut Bayu Pramutoko (2012) pasar monopoli adalah keadaan pasar dimana:
1. hanya ada satu produsen/penjual yang menguasai seluruh suplai suatu barang/jasa tertentu;
2. barang/jasa yang dijual tidak ada pengganti (substitut) yang baik;
3. pasaran atau bidang usaha tbs. tak dapat (atau sulit sekali) dimasuki pihak lain (ada entry barriers rintangan untuk memasuki bidang itu).
Istilah monopoli berasal dan kata mono satu/tunggal dan polein = menjual. Jika hanya ada satu pembeli untuk barag tertentu biasanya juga disebut monopoli, atau dengan istilah tersendiri monopsoni. Ciri - ciri pasar monopoli:
➢ Satu penjual dan banyak pembeli
➢ Tidak ada produsen lain yang memproduksi barang substitusi
➢ Pembeli tidak punya pilihan lain
➢ Keuntungan terpusat pada satu produsen
➢ Harga ditentukan produsen
Kebaikan pasar monopoli:
➢ Keuntungan yang didapat produsen tinggi
➢ Melindungi barang dan jasa yang menguasai hajat hidup dari produsen yang semena - mena
Keburukan pasar monopoli:
➢ Tidak dapat dimasuki karena diatur pemerintah dan UU
➢ Pembeli tidak punya barang substitusi atau pilihan lain
➢ Keuntungan terpusat di satu produsen
➢ Dapat terjadi eksploitasi pembeli dengan
➢ permainan harga
b. Pasar Oligopili
Menurut bayu pramutoko (2013) pasar oligopoli adalah Suatu bentuk khusus dan persaingan monopolistik adalah oligopoli dan duopoli. ciri khas bentuk pasar oligopoli adalah bahwa produksi didominasi oleh “hanya sedikit” perusahaan. Misalnya hanya tiga atau empat perusahaan raksasa menguasai schagian besar (70-90%) dan pasaran. Ciri - ciri pasar oligopoli:
➢ Hanya beberapa penjual dan banyak pembeli
➢ Barang dan jasa yang dijual cenderung homogendengan sedikit inovasi
➢ Produsen baru dapat masuk ke pasar walau sulit
➢ Penjual dapat mengandalikan harga
➢ Adanya saling ketergantungan antar produsen
➢ Adanya persaingan ketat antar produsen
Kebaikan pasar oligopoli:
➢ Penjual dapat mengendalikan harga
➢ Perang harga antar produsen dapat menimbulkan keuntungan bagi konsumen
Keburukan pasar oligopoli:
➢ Adanya persaingan ketat antar produsen
➢ Sering terjadi perang harga
➢ Butuh investasi besar untuk masuk ke dalam pasar
➢ Dapat terjadi kartel atau kerjasama antar produsen yang menghasilkan pasar monopoli
c. Pasar persaingan Sempurna
Pasar Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Dalam analisis ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menentukan jenis industry yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinya sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang adalah yang mendekati ciri-cirinya, yaitu struktur pasar daru berbagai kegiatan di sektor pertanian.
Pengetahuan mengenai keadaan persaingan sempurna dapat dijadikan landasan didalam membuat perbandingan dengan ketiga jenis struktur pasar lainnya. Disamping itu analisis ke atas pasar persaingan sempurna adalah suatu permulaan yang baik dalam mempelajari cara-cara perusahaan menentukan harga dan produksi di dalam usaha mereka untuk mencari keuntungan yang maksimum.
❖ Ciri-ciri pasar persaingan sempurna.
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar. Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti berikut ini:
1. Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual-belikan.
2. Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.
3. Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition atau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.
4. Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut,. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.
5. Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.
d. Pasar persaingan Monopolistik
Menurut Sadono Sukirno (2012 :297) pasar persaingan monopolistik (monopolistic competition) pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu pasar persaingan sempurna (perfect- competition market) dan pasar monopoli (monopoly market). Oleh sebab itu sifat-sifatnya mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan monopolistis dapat di definisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang/produk yang berbeda corak (differentiated products).
Dari pemaparan pendapat di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa pasar persaingan monopolistis (monopolistic competition) adalah suatu pasar dimana terdapat banyak penjual (produsen) yang masing-masing produsen menghasilkan barang/produk yang berbeda corak (differentiated products), dalam persaingan monopolistis ini persaingan sangat ketat dan hanya produk yang kuat saja yang dapat bertahan di dalam pasar dan bahkan menguasai pasaran.
Sadono Sukirno (2012 :297) mengemukan pasar persaingan monopolistis memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1). Terdapat banyak penjual (produsen) 2). Barangnya bersifat berbeda corak 3). Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga 4). Kemasukan ke dalam industri relatif mudah 5). Persaingan mempromosikan penjualan sangat aktif.
1) Terdapat banyak penjual (produsen)
Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian ia tidaklah sebanyak seperti pasar persaingan sempurna. Apabila di dalam pasar sudah terdapat beberapa puluh perusahaan, maka pasar persaingan monopolistis sudah mungkin terwujud. Yang penting, tidak satupun dari perusahaan-perusahaan tersebut ukuran/besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya.
2) Barangnya bersifat berbeda corak (differentiated products)
Sifat ini merupakan sifat yang sangat penting untuk dapatmembedakan mana pasar persaingan monopolistik dan manapasar persaingan sempurna . Seperti yang telah kita ketahuibahwa pasar persaingan sempurna seluruh perusahaan nyamemproduksi produk yang sama. Oleh karena itu susah untukmembedakan produk suatu perusahaan dengan perusahaanyang lain. Sedangkan dalam pasar persaingan monoplistik tidak susah untuk membedakan produk dari masing-masingperusahaan, karena perbedaan corak(different product) padaproduk tersebut. Apabila kita lihat secara fisik suatu product ,akan tanpak jelas perbedaan tersebut. Maka kita dapatmembedakan mana produk suatu perusahaan dengan product perusahaan yang lainnya. Di samping perbedaan dalam bentukfisik , juga terdapat perbedaan dalam bentuk bungkus ataupembungkusan product, dan ada pula yang berbeda dalamcara membayar barang yang akan di beli. Akibat dari berbagaimacam perbedaan ini , barang yang di produksi olehperusahaan pasar monopolistis ini tidak bersifat barangpengganti sempurna akan tetapi ia bersifat barang penggantiyang dekat.
3) Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaanmempengaruhi harga
Dalam pasar persaingan monopolistis suatu perusahaandapat mempengaruhi suatu harga , akan tetapi pasar ini hanyamendapat sedikit kekuasaan dalam mempengaruhi harga suatubarang produksi di bandingkan dengan perusahaan oligopolidan monopoli. Pasar monopolistis mendapat sedikitkekuasaan dalam mempengaruhi harga disebabkan olehbarang yang dihasilkan bersifat berbeda corak (different product). Karena perbedaan corak inilah yang menyebabkankonsumen atau pembeli akan otomatis bersifat memilih, yaitumenyukai product perusahaan satu dan kurang menyukaiproduk perusahaan yang lain. Maka apabila ia menaikkanharga barang produksinya , ia akan tetap memiliki pelanggan , walaupun tidak sebanyak pada waktu sebelum kenaikan hargabarang produksinya. Dan bisa juga sebaliknya , apabilaperusahaan tersebut ingin menurunkan harga barangproduksinya , tidaklah mudah untuk menghabiskan penjualanbarang tersebut, karna masih banyak konsumen yang setiadengan produk yang telah lama ia pakai , walaupun harganyarelatif agak mahal.
4) Produsen lain mudah memasuki pasar
Apabila ada suatu perusahaan baru ingin memulai usahanyadidalam pasar persaingan monopolistik tidak akan banyakmengalami hambatan seperti halnya dalam pasar oligopoli danmonopoli. Hal ini disebabkan oleh:
1. Karena modal yang diperlukan relatif besar kalaudibandingkan
dengan mendirikan perusahaan dalam pasar persaingansempurna.
2. Karena perusahaan itu harus menciptakan barang produksi yang bercorak beda dengan barang produksi yang telah beredar dahulu di pasaran.dan mempromosikannya pada masyarakat untuk mendapat pelanggan dan dengan promosi tersebut perusahaan harus dapat meyakinkan pelanggan akan mutu barang tersebut.
5) Persaingan promosi penjualan sangat aktif
Dalam pasar persaingan monopolistis harga bukanlah penentuutama dari besarnya pasar dari perusahaan- perusahaan dalampasar persaingan monopolistis. Pada pasar ini memungkinkansuatu perusahaan menarik banyak pelanggan walaupun hargabarang produksinya berharga tinggi. Bahkan sebaliknya ,suatu perusahaan tidak mudah menarik banyak pelanggandengan harga barang produksi yang relatif rendah. Inidisebabkan oleh barang produksi yang mereka hasilkan , yaitubarang yang bersifat beda corak dengan barang yang sudahtersedia di pasaran , dan mempromosikan barang barutersebut. Maka untuk mempengaruhi cita rasa pembeli, parapengusaha melakukan persaingan bukan harga ( non price competition) . Persaingan yang demikian itu antara lain adalahdalam rangka memperbaiki mutu dan desain barang ,melakukan iklan yang terus menerus memberikan syaratpenjualan yang menarik.
Kelebihan pasar monopolistik:
➢ Produsen dapat memperoleh keuntungan lebih besar
➢ Memacu inovasi dan kreativitas produsen
➢ Pembeli tidak mudah berpindah produk
Kekurangan pasar monopolistik :
➢ Adanya persaingan ketat antar produsen
➢ Biaya untuk memasuki dan menguasai pasar monopolistik mahal (iklan, promosi, uji kualitas produk)
e. Pasar kompetitif
Etika Bisnis Dalam Pasar Kompetitif
Pasar kompetitif adalah suatu kondisi pasar para pelaku perusahaan yang masuk di pasar ini cukup banyak sehingga mereka satu dan yang lainharus memiliki daya yang kuat untuk mampu bertahan, eksis dan tumbuh dengan memenangkan dalam persaingan. Para menejer disetiap perusahaan cukup dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat atas para pesaingnya. Sebenarnya kondisi ini cukup menguntungkan bagi masyarakat yang menjadi konsumen. Sebab konsumen memiliki pilihan yang akan mendapat sesuatu yang terbaik dari barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang saling bersaing memperebutkan konsumen. Dari aspek ini sebenarnya bahwa kompetisi cukup memberikan nilai manfaat yang cukup positif bagi masyarakat konsumen. Akan tetapi kita harus melihat cara – cara berkompetisi yang mereka lakukan.jika kompetisi yang dilakukan dengan pendekatan profesionalisme yang sebenarnya, yaitu dengan memberikan nilai yang yang positif bagi banyak pihak, misalnya konsumen, tenaga kerja, pemilik modal, para eksekutif, bahkan kepada para pesaingnya sekalipun, dan lingkungan fisik maka bersaing seperti ini sangat didukung oleh etika bisnis. Artinya persaingan yang dilakukan dengan segala aspek cukup sehat dan fair (Muslich, 1998).
Para pelaku ekonomi yang dihadapkan pada pasar kompetisi berpacu dengan semangat meningkatkan efisiensi. Peningkatan efisiensi tercerermin pada pemanfaatan sumberdaya secara optimal dan dilain pihak pada usaha peningkatan produktivitas yang tinggi. Jadi orientasi pada penignkatan efisiensi. Lebih ditekankan pada pemanfaatan sumberdaya secara optimal dan dilain pihak pada usaha peningkatan produktivitas yang tinggi. Jadi dimensi ke dalam masing-maisng perusahaan yang diukur adalah aspek manajerial sumber daya yang dimiliki, harus dilakukan secara profesional.
f. Pasar Global
Etika Bisnis Era Globalisasi
Bisnis merupakan sebuah kegiatan yang telah menggelobal. Setiap sisi kehidupan diwarnai oleh bisnis. Dalam lingkup yang besar, negara pastinya terlibat dalam proses bisnis yang terjadi. Tiap-tiap negara memiliki karakterisstik sumber daya sendiri sehingga tidak mungkin semua negara merasa tercukupi oleh semua sumber daya yang mereka miliki. Mulai dari ekspidisi negara Eropa mencari rempah rempah di Asia sampai perdagangan minyak internasional merupakan bukti bahwa dari dulu sampai sekarang sbuah negara tidak dpat bertahan hidup tanpa keberadaan bisnis dengan negara lainnya. Dewasa ini, pengaruh globalisasi juga menjadi faktor pendorong terciptanya perdagangan internasional yang lebih luas. Kemajukan ekonomi dan sistem perdagangan berkembang menjadi sebuah kesatuan sistem yang saling membutuhkan. Ekspor-Impor multinasional menjadi sesuatu yang biasa. Komoditi dapat di ekspor menjadi pendapatan suatu negara, serta produk-produk asing dapat di impor demi memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Setiap negara terus mengeksplorasi bisnis keluar negeri selain untuk mendapatkan yang mereka inginkan, juga menaikan tingkat ekonomi yang ada. Tidak dapat dimugkiri bahwa bisnis multinasional merupakan kesempatan untuk mendapatkan pundi pundi uang demi meningkatkan tingkatan ekonomi, terutama negara berkembang yang memiliki rata-rata nilai tukar mata uang yang rendah. Developing country mendpatkan keuntungan dengan kemudahan untuk mengekspor barang domestiknya ke luar dan kemudahan untuuk mendapat kan investor asing sebagai penanam dana bagi usaha-usaha dalam negeri. Sedangkan Develoved country melih mudah mendpatkan barang atau jassa yang mereka ingikan.
Globalisasi mendorong integrasi internasoinal misalnya modal finansial dapat diperoleh dalam satu pasar naasional dan digunakan untuk membeli bahan baku di tempat lainnya. Peralatan produksi yang dibeli dari suatu negara ketiga dapat digunakan untuk menghasilkan barang yang kemudian di jual dipasar ke empat. Jadi globalisasi meningkatkan peluang yang tersedia bagi suatu perushaan. Menigkatnya salain ketergantungan antara negara industri, kebutuhan dari negara-neagar berkembang, disintregrasi, pembatasan aliran uang, impormasi dan teknilogi antar batas negara memungkinkan globalisasi dan integrasi pasar internasional. Kondisi-kondisi ini mendorong perusahaan global untuk memikirkan secara seriaus mengenai strategi yang harus diterapkan untuk mengembakan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Seringkali strategi tersebut memungkinkan prusahaan untuk lebih hebat, lebih flexibel, dan lebih terfokus dalam menyediakan barang dan jasa yang lebih efektif kepada maam-macam konsumen di dunia.
Persaingan global telah meningkatkan standart kinerja dalam berbagai dimensi, meliputi kualitas, biaya, saat pengolahan produk, serta operasi yang lancar. Penting juga disadari bahwa standar tersebut tidak lah statis dan tetap, sehingga membutuhkan pengembangan lebih lanjut dari perusahaan dan pekerja nya. Dengan menerima tantangan yang ditimbulkan dari standar yang meningkat ini, perusahaan yang efektif bersedia melakukan apa yang penting untuk memiliki daya saing sertrategis hanya dengan bersedia menerima tantangan ini, perusahaan dapat meningkatkan kemampuannya dan para pekerja dapat mempertahankan keahliann mereka. Pasar global adalah pilihan stategis yang menarik bagi perusahaan, akan tetapi bukan lah sumber daya saing satu-satunya. Faktanya untuk banyak perusahaan, yang mampu bersaing dengan sukses di pasar global sekalipun, adalah penting bagi mereka untuk tetap memperhantikan pasar domestik. Dengan demikian, perusaaahan di seluruh dunia di tantang untuk menjadi lebih bersaing secara strategis dalam pasar domestik mereka. Bagaimana pun karena patokan untuk bersaing secara strategis berhubungan dengan standar global, perusahaan yang meningkaatkan untuk persaingan domestik secara bersamaan ikut pula meningkatkan daya bersaing global mereka.
Perusahaan yang bersaing secara setrategis telah menyadari bagaiana menerapkan pandangan bersaing yang diperoleh secara lokal (domestik) kedalam global. Perusahaan perusahaan ini tidak menekan kan satu pemecahan dalam dunia dalam bersifat majemuk. Mereka lebih menggunaka pandangan llokal mereka, sehinnga dapat secara tepat memodifikasi dan menerapkannya dalam beerbagai wilayah di seluruh dunia. Globalisasi bisnis telah mengerahkan baik perusahaan maupun ke dalam spsialisasi, suatu kecenderungan yang baik untuk semua orang, suatu perusahaan yang memanfaatkan 100% sumber-sumbernya, manusia dan bahan bakku sedikit industri dalam suatu negara yang telah menjadi spesialis.
Bab II
A. Bisnis yang dipilih kaitannya denganteori yang dipilih
➢ Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli yaitu suatu pasar yang dimana penawaran satu jenis produk dikuasai oleh beberapa perusahaan. Biasanya jumlah perusahaan lebih dari dua, akan tetapi kurang dari sepuluh. Produk yang dihasilkan oleh produsen bersifat homogen, serta tidak dibedakan dengan perusahaan yang lain. Di pasar ini perusahaan atau produsen dapat bersaing secara langsung, tapi dapat pula melakukan merger (penggabungan).
❖ Ciri-ciri dari pasar oligopoli, diantaranya sebagai berikut dibawah ini:
• Adanya beberapa produsen yang menguasai pasar.
• Produk yang diperjualbelikan dapat homogen dan dapat juga berbeda corak.
• Setiap produsen atau perusahaan cenderung untuk memberlakukan harga pasar yang umum.
• Adanya kepemimpinan harga (price leader), oleh perusahaan atau produsen terbesar.
❖ Menurut Kelompok kami: Toko Palem Bakery And Cake adalah alah satu took kue yang termasuk dalam pasar oligopoli, karena di daerah Cibinong ada tiga toko kue yang bersaing kualitas dan harga yaitu toko Palem Bakery And Cake, Toko Pring Ayu, dan Toko kue Lina. Dari ketiga produsen ini harga tertinggi (price leader) dipimpin oleh Toko Pring Ayu, dan harga yang lebih rendah dipimpin oleh Toko Palem And Bakery. Selain harga yang lebih rendah, cita rasa kue di toko Palem And Bakery lebih enak dibandingkan dua pesaing lainnya, dapat dibuktikan lebih banyak konsumen(pelanggan) yang mendatangi toko Palem Bakery And Cake, selain untuk di konsumsi untuk camilan sendiri, biasanya konsumen memesan dan memborong beberapa kue untuk kegiatan arisan, rapat di kantor, snack untuk ulang tahun, snack untuk pengajian, dan snack untuk kegiatan lainnya. Jadi dapat disimpulkan toko Palem Bakery And Cake ini menguasa pasar Baker And Cake di daerah Cibinong.
➢ Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu.Pasar monopoli berasal dari bahasa yunani monos: satu dan polist: penjual. Pasar monopoli adalah suatu keadaan pasar di mana hanya ada satu kekuatan atau satu penjual yang dapat menguasai seluruh penawaran, sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya atau terdapat pure monopoly (monopoli murni).Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
❖ Menurut kelompok kami, toko Palem Bakery and Cake tidak termasuk pasar monopoli, karena toko Palem Bakery and Cake memiliki beberapa pesaing, serta toko ini tidak menguasai suatu pasar tertentu, dan toko ini memproduksi barang yang memiliki barang penggantinya contohnya berbagai macam kue yang lainnya, jika tidak ada kue risoles, kue risoles dapat digantikan oleh kue pastel, karena kue risoles dan pastel sama sama berjenis kue yang asin, dan memiliki isi yang rata-rata hampir sama yaitu berisi kentang dan wortel, hanya berbeda di kulit.
➢ Pasar persaingan sempurna
Pasar Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya.
❖ Menurut kelompok kami, toko Palem Bakery and Cake masuk ke dalam pasar persaingan sempurna tetapi cakupannya tidak luas. Kenapa bisa masuk ke dalam pasar persaingan sempurna karena di jelaskan di atas bahwa pasar persaingan sempurna yaitu memproduksi barang atau jasa yang tinggi dan jika dilihat dari omsetnya yang cukup besar perharinya jadi bisa di bilang palem bakery and cake masuk ke dalam psar persaingan sempurna karena memproduksinya banyak dan intens (setiap hari).
➢ Pasar persaingan monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu pasar persaingan sempurna (perfect- competition market) dan pasar monopoli (monopoly market). Oleh sebab itu sifat-sifatnya mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan monopolistis dapat di definisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang/produk yang berbeda corak (differentiated products).
❖ Menuru kelompok kami , toko Palem Bakery and Cake masuk ke dalam pasar persaingan monopolistik, namun sesuai yang sudah di jelaskan di atas pasar persaingan monopolistik mengandung unsur-unsur dari pasar monopoli dan unru dari pasar persaingan sempurna. karena toko Palem Bakery and Cake harus bersaing dengan produk –produk yang sejenis, strategi yang di lakukan toko palem bakery and cake adalah seperti menurunkan harga sedikit disbanding pesaing lainnya dengan produk yang sama,memberikan diskon atau potongan harga,memberikan sample- sample produk baru,selalu menciptakan produk yang baru dan tidak ada di toko pesaing seperti tadi contohnya kue soes buah,pie buah dllnya. Agar mampu bersaing dengan produk lainnya.
➢ Pasar kompetitif
Pasar kompetitif adalah suatu kondisi pasar para pelaku perusahaan yang masuk di pasar ini cukup banyak sehingga mereka satu dan yang lainharus memiliki daya yang kuat untuk mampu bertahan, eksis dan tumbuh dengan memenangkan dalam persaingan. Para menejer disetiap perusahaan cukup dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat atas para pesaingnya. Sebenarnya kondisi ini cukup menguntungkan bagi masyarakat yang menjadi konsumen.
❖ Menurut kelompok kami toko palem bakery and cake sudah masuk pasar kompetitif. Karena ada pesaingnya yang lebih dari satu namun toko ini mampu bertahan 10 tahun samapai sekarang. Namun toko palem bakery and cake terus berinovasi agar mampu menyenangkan hati para konsumennya. Dengan cara menabhakan produk barunya.
➢ Pasar global
Pasar global adalah pilihan stategis yang menarik bagi perusahaan, akan tetapi bukan lah sumber daya saing satu-satunya. Faktanya untuk banyak perusahaan, yang mampu bersaing dengan sukses di pasar global sekalipun, adalah penting bagi mereka untuk tetap memperhantikan pasar domestik. Dengan demikian, perusaaahan di seluruh dunia di tantang untuk menjadi lebih bersaing secara strategis dalam pasar domestik mereka. Bagaimana pun karena patokan untuk bersaing secara strategis berhubungan dengan standar global, perusahaan yang meningkaatkan untuk persaingan domestik secara bersamaan ikut pula meningkatkan daya bersaing global mereka.
❖ Menurut kelompok kami, toko palem bakery and cake belum termasuk ke dalam pasar global karena cakupan pemasarannya belum begitu besar. Dan dalam pasar global di jelaskan harus memiliki SDA/SDM yang besar pula. Namun dengan kemampuan bersaing toko palem bakery and cake dan sudah bertahan 10 tahun. Perlahan bisa saja toko palem bakery and cake mulai masuk ke dalam pasar global dan meperluas cakupan pemasarnnya
B. Gambaran Perusahaan
Profil Pelaku
Nama: Erni Rusdi
Jenis Kelamin: Perempuan
Status: Menikah
Umur: 42 Tahun
Agama: Kristen
Alamat: Jln.Kayu Manis Perumahan Taman Permata Palem blok e-28 Cibinong.
Profil Usaha
Nama Usaha: Toko Palem Bakery and Cake Cibinong
Jenis Usaha: Makanan
Lama Usaha: Kurang Lebih 10 Tahun
Alamat Usaha: Pertokoan pasar cibinong indah
Cabang Usaha: -
Sejarah Usaha: Pada awalnya pemilik Toko Palem Bakery And Cake yang bernama Ibu Erni hanya memiliki hobi untuk membuat beberapa jenis roti dan cake.Hobinya tersebut dikembangkan kembali dengan mengikuti khursus di “Bogasari” dan rajin mengikutin demo-demo untuk membuat roti dan cake .Setelah khursusnya selesai Ibu Erni mulai memproduksi roti dan cakenya ke warung-warung terdekat di sekitaran rumah,karna permintaan yang cukup banyak dan mengalami pengembangan secara pesat Ibu Erni memantapkan dirinya untuk membuka Toko di daerah pertokoan pasar cibinong.Nama Toko Palem Bakery And Cake di ambil dari tempat tinggal Ibu Erni yaitu Perumahan Taman Permata “Palem”. Yang berjalan dengan lancar sampai sekrang
Kinerja Usaha
Omset rutin: Harian
Hasil kotor: Rp. 1.500.000
Hasil Bersih: Rp. 500.000
Jumlah Tenaga Keja : 4 Orang
Struktur Organisasi: Ter-struktur
Pemilik usaha & pemimpin
(Ibu Erni Rusdi)
pelayan
(Ayu)
Pembukuan
(Tika)
Produksi
(Latri)
Produksi
(Ibad)
C. Wawancara dengan Narasumber
Agar dapat menjadi pengalaman dalam Usaha Toko Palem Bakery and Cake Cibinong, kami sertakan wawancara dengan Narasumber yang bernama Ibu Erni Rusdi, tempatusaha di Pertokoan pasar cibinong indah.
Hasil Wawancara
Pewawancara : “selamat siang bu, maaf saya ingin memwawancari ibu selaku pemilik Toko Palem Bakery and Cake Cibinong . Boleh bu? .”
Narasumber : “ siang. Boleh. Tapi dalam rangka apa ya?”
Perwawancra : “kami di tugaskan untuk meneliti usaha oleh dosen kami. Kami memilih usaha ibu karena di sarankan oleh anggota keluarga ibu yang termasuk dalam kelompok kami yaitu Ranny gunawan. Boleh bu?”
Narasumber : “ boleh silahkan”
Pewawancara : “Kami ingin bertanya mengenai usaha yang ibu jalankan saaat ini?“
Narasumber : “Iya silahkan.“
Pewawancara : “Bagaimana proses usaha yang sekarang ibujalani?”
Narasumber : “Proses bisnis yang sekarang sedang berjalan cukup baik dan terkendali.”
Pewawancara :”Hambatan apa saja yang terjadi dalam proses usaha yang sekarang berjalan?”
Narasumber : “Hambatan yang sedang terjadi pada proses bisnis yang sedang berjalan persaingan harga jual antara toko satu dengan yang lainnya,banyaknya toko baru yang ingin menyaingi.”
Pewawancara : “Hal-hal apa sajakah yang telah dilakukan dalam upaya mencari pelanggan baru?”
Narasumber : “Hal hal yang dilakukan untuk mencari pelanggan baru dengan cara memberikan sample gratis kepada konsumen baru yang dikhususkan untuk memesan snack box agar lebih bisa dipercaya oleh konsumen bahwa produk yang diberikan adalah produk yang terbaik.”
Pewawancara : “Bagaimana tingkat persaingan yang terjadi di dalam usaha ini?”
Narasumber : “Tingkat persaingan yang terjadi cukup ketat,dikarnakan perbedaan selisih harga yang tipis dan kepercayaan konsumenlah yang menjadi peran utama.”
Pewawancara : “Adakah pesaing baru yang muncul di dalam usaha ini?”
Narasumber : “Pesaing baru dalam bisnis yang diamati itu Ada,yaitu Toko Lina.”
Pewawancara : “Menurut bapak, kekuatan apa yang dimiliki oleh usaha bapak?”
Narasumber : “Kekuatan atau produk unggilan yang dimiliki pembisnis adanya produk yang beda dengan toko pesaing lainnya berupa Kue soes buah,pie buah,pudding aneka rasa dllnya.”
Pewawancara : “Adakah kelemahan-kelemahan dari usaha bapak?”
Narasumber : “Kelemahan yang dimiliki tentunya pasti ada seperti toko tidak telalu besar atau luas salah satunya.”
Pewawancara : “Bagaimana dengan peluang usaha kedepannya?”
Narasumber : “Peluang bisnis untu kedepannya masih dalam taham pengembangan bisnis secara bertahap misalnya dengan menambahkan menu-menu baru dan mengembangkan inovasi yang ingin disaluran kepada konsumen.”
Pewawancara : “Ancaman apa saja yang dihadapi usaha bapak dari luar?”
Narasumber : “Ancaman yang sedang dihadapi yaitu seperti keadaan pasang surutnya konsumen.”
Pewawancara : “Strategi apakah yang dilakukan untuk menghadapi para pesaing?”
Narasumber : “Strategi yang dilakukan untuk menghadapi pesaing yaitu seperti menurunkan harga sedikit disbanding pesaing lainnya dengan produk yang sama,memberikan diskon atau potongan harga,memberikan sample- sample produk baru,selalu menciptakan produk yang baru dan tidak ada di toko pesaing seperti tadi contohnya kue soes buah,pie buah dllnya.”
Pewawancara : “Sekian wawancara dari kami. Terimakasih atas perhatian dan waktu luangnya. Maaf mengganggu waktu ibu”
Narasumber : “Iya , sama-sama. Semoga bermanfaat .”
Bab III
Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil wawancara dan pengamatan yang kami lakukan bahwa kami menyimpulkan:
1. Bahwa Toko Palem Bakery dan Cake masuk kedalam pasar oligopoli karena di situ ada toko lain yang menjual hasil produksi yang sama. Walau hanya sekala kecil dan hanya di sekitaran cibinong.
2. Bahwa Toko Palem Bakery dan Cake tidak masuk dalam pasar monopoli karena dia bukan satu satunya toko yang menguasai pangsa pasar disana.
3. Bahwa Toko Palem Bakery dan Cake juga bisa di bilang masuk ke dalam pasar persainganmonopolistik walau memang pasar monopolistik memiliki unsur pasa monopoli tetapi juga memiliki unsur pasar persaingan semupurna. Namun harus tetap bersaing dengan produk yang sejenis
4. Bahwa Toko Palem Bakery dan Cake juga masuk kedalam pasar persaingan sempurna. Karena dengan tingkat produksi yang cukup tinggi setiap harinya dan selalu intens atau rutin dalam setiap hari sesuai dengan pesanan.
Saran
Saran dari kelompok kami, untuk Toko Palem Bakery dan Cake yaitu untuk mencoba memasrkan dengan cakupan yang lebih luas tidak hanya di daerah cibinong namun juga di daerah lain juga. Karena Toko Palem Bakery dan Cake sudah cukup sukses di daerah cibinong di lihat dari produksinya setiap hari yang cukup banyak dan bisa bertahan sepuluh tahun sampai sekarang.
Bab IV
Daftar pustaka
❖ Pramutoko, Bayu. 2012. Ekonomi mikro: pengantar ekonomi 1. Surabaya. Jenggala Pustaka Utama.
❖ Prmutoko, Bayu. 2013. Teori Ekonomi Mikro. Surabaya. Jenggala Pustaka Utama.
❖ Sukirno,Sadono.2012. Mikro Ekonomi; teori Pengantar.Jakarta. PT. Rajagrafindo persada.
❖ Sunyoto, Danan dan Wika Harisa Putri. 2016 . Etika Bisnis : membangun kesuksesan bisnis melalui manajemen dan perilaku bisnis yang beretika. Yogyakarta: PT CAPS.
Keterangan pembagian tugas:
• Almira Nazma : Pasar Monopoli
• M. Dinda Nugroho: Pasar Oligop
• Ranny Gunawan: Pasar Persaingan Sempurna
• Risky Sahputra : Pasar Monopolistik
0 komentar:
Posting Komentar