BAB
I
Ø PROFIL
PELAKU
Nama lengkapnya adalah Riko
Prasodjo, ia biasa dikenal dengan nama panggilan Bang Riko, Jenis kelaminnya
adalah laki-laki dapat diketahui dari namanya dan juga nama panggilannya.
Status pernikahannya saat ini adalah Menikah, nama isterinya adalah ibu Titi
Rosdiati, bang Riko memiliki 2 orang anak yang pertama anak laki-laki yaitu
Dino yang beruia 16 tahun saat ini bersekolah di SMAN 77 Jakarta kelas 10 dan
yang kedua adalah Aritia yang masih kelas 5 sd di SDIT AL- Muddatsiriyah. Ibu
Titi bekerja sebagai Interior Design, ketika sore menjelang malam tepatnya
setelah pulang bekerja, ibu Titi membantu suaminya berjualan di toko mienya Pak
Riko berumur 49 tahun saat ini dan isterinya berumur 42 tahun, agama mereka
semua Islam, mereka semua ajin menunaikan ibadah solat. Alamat tempat
tinggalnya sama dengan Alamat usaha mereka berada yaitu JL. Bendungan Jago No.
K445, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran,Jakarta Pusat.
BAB
II
Ø PROFIL
PERUSAHAAN
Jenis Usaha yang didirikan adalah
Mie Ayam, lama usaha ini berdiri sudah 26 tahun, dari mulai di gerobak hingga
mempunyai toko sendiri. Alasan beliau berwirausaha karena waktu yang dijalankan
lebih fleksible dibanding menjadi karyawan di kantor.
Ø SEJARAH
BERDIRINYA MIE AYAM DINO
Riko Prasodjo pada awalnya adalah
lulusan dari IPB dengan jurusan pertanian. Ia lulus dengan gelar Insinyur, jadi
namanya adalah Ir. Riko Prasodjo. setelah lulus ia tidak langsung bekerja di
perusahaan, melainkan ia berusaha menjadi wirausahawan, wirausahawan adalah
pekerjaan yang jauh dari jurusan yang ia tekuni selama kuliah. Tetapi Riko
mempunyai minat lebih menjadi wirausahawan, karena menjadi wirausahawan bekerja
dengn waktu yang fleksible, dan jika sudah mencapai kesuksesan gaji yang di
dapat akan melebihi dari gaji karyawan, walaupun memang dalam berwirausaha
tidak akan langsung menuju kesuksesan, karena
menuju sukses butuh waktu dan proses, fikir bang Riko.
Pada tahun kelulusannya waktu itu
adalah tahun 1989. Riko memiliki ide untuk membuka usaha Mie Ayam karena di
daerah tempatya tinggal masih jarang yang berjualan mie ayam. Setelah
mempelajarinya melalui buku masakan yang ia beli di tempat buku pasar senen
itu, keseeokan harinya ia berbelanja bahan mie ayam untuk mencoba
mempraktikannya langsung, saat pertama kali ia mencoba tidak langsung begitu
saja jadi. Mie ayam yang ia buat masih kematengan dan bubu nya masih terasa
kurang pas di lidah, selain itu rasa di topping ayamnya masih kurang sedap.
Tidak mudah menyerah begitu saja, esok harinya pun ia mencoba kembali membuat
mie ayam, percobaan kedua ini menghasilkan mie ayam yang tidak kematengan
tetapi bumbunya masih tetap kurang, dan rasa di topping ayamnya sudah pas.
Keesokan harinya Bang Riko belum menyerah mencoba membuat percobaan mie ayam
yang ketiga kali, untuk percobaan yang ketiga ini, bang Riko akhirnya berhasil
menciptakan rasa mie ayam yang pas di lidah yaitu sedap dan mantap. Komentar
dari keluarganya tetntang rasanya juga sudah pas, tetapi ibunya memberi masukan
bahwa mie ayam tersebut leih enak jika ditambahkan pangsit dan sayuran seperi
toge dan sawi. mendengar masukan atau koentar dari ibundanya tersebut, bang
Riko keesokan harinya bergegas ke pasar untuk membeli bahan untuk membuat
pangsit basah serta tambahan sayuran untuk mie ayam. Sesampainya di rumah ia
langsung mencoba membuat pangsit basah berisi ayam bumbu tersebut. Dan usahsa
membuat pangsit ini tidak langsung berjalan mulus, karena hasil percobaan
pertamanya bahan pembungkus pangsit ini tidak jadi atau kurang tepung. Lalu
ibunya memberi bantuan untuk membuat kulit pangsitnya, dan kulit pangsit
berhasil dibuat, lalu rasa ayam di dalam pangsit tersebut juga sudah pas.
Akhirnya percobaan kedua membuat pangsit basah pun berhasil. Keesokan harinya
ia ingin memantapkan rasa mie ayam beserta pangsitnya yang ingin ia jual. Pada
hari kelima ini bang Riko membuat mie ayam beserta pangsit serta sayurannya
dijadikan satu. ternyata rasanya begitu sedap dan mantap untuk di santap.
Setelah mencoba beberapa kali
percobaan untk membuat mie ayam pangsit ini berhasil, bang Riko tidak sabar untuk
mendirikan Mie Ayam tersebut, Riko langsung berusaha menjalankan usahanya, pada
awalnya ia pakai tabungannya sebagai modal belanja bahan-bahan mie ayam, dan
sebagiannya lagi ia pergunakan untuk membeli gerobak. Besarnya tabungan yang ia
miliki pada saat itu adalah sekitar Rp 7000,-. Pada awalnya ia mencoba belajar
terlebih dahulu untuk membuat mie ayam, Perjuangan untuk membeli gerobak yang
sesuai budgetnya pun tak mudah. Riko berkeliling kota Jakarta, hingga akhirnya
pun ia menemukan harga gerobak yang sesuai dengan budgetnya, ia membeli gerobak
dengan harga Rp 5500. Setelah itu ia berbelanja bahan untuk membuat mie ayam,
ia bebelanja di pasar Senen tepatnya, dan menghabiskan modal 2500 untuk bahan-bahan mie ayam. ternyata
tabungan Riko tidak mencukupi, karena kurang Rp 1000 untuk modalnya, ia pun
meminjam uang kepada kakaknya untuk tambahan modal, Riko memninjam uang
kakaknya sebesar Rp 1500 untuk menambah modal. Sisa pinjamannya sebesar Rp 500
ia simpan untuk biaya tak terduga.
Setelah perlengkapan untuk Mie Ayam
sudah lengkap, malamnya pun ia menyiapkan ayam bumbu untuk topping di Mie
Ayamnya. Untuk mie nya sendiri, Riko masih membeli mie ayam yang sudah jadi di
pasar. Keesokan paginya Riko mempersiapkan segala bahan makanan di gerobaknya,
mulai dari mie nya ia letakan secararapih dan sejajar di sisi atas kiri di
dalam kotak gerobak, lalu topping ayam, daun bawang, mecin,sayuran (sawi dan
toge) dan sambal yang berada di wadah lalu ia letakan di sebelah bawah kiri
dalam kotak. Selanjutnya kuali besar yang berisi air untuk merebus kuah mie dan
untuk merebus mie ayam tersebut. Setelah kuali, di sekeliling kuali di letakkan
minyak, kecap asin, dan saos cabai,ini adalah cara peletakan perlengkapan dan
peralatan untu membuat mie ayam yang bang Riko letakan di dalam gerobaknya .
Untuk modal yang ia keuarkan sebesar Rp 2500 bisa menjadi 30 mangkuk kurang
lebihnya. Jam 9 pagi tepatnya ia mulai menjajaki daerah tempat tinggalnya, dan
sempat berhenti mangkal di dekat pasar, sekolah dan taman. Pada jam 10 ia
mangkan di dekat pasar, ada beberapa pelanggan yang menghampirinya untuk
membeli mie ayam, lalu Riko pun menyediakan beberapa tempat duduk untuk
pelanggan yang ingin makan di tempat langsung. Dua ibu-ibu yang membeli pertama
Mie Ayama bang Riko langsung makan di tempatnya, dan dua ibu-ibu itu langsung
memuji cita rasa mie ayam Bang Riko. Mendengar pujian kedua ibu-ibu tersebut
Bang Riko senang hati mendengarnya dan membuat ia tambah bersemangat untuk
berjualan. Bang Riko mangkal di pasar sekitar sampai jam set 12 siang, dan di
pasar tersebut mie ayam bang Riko terjual habis 13 porsi.
Sekitar jam 12 bang Riko berkeliling
sambil berhenti di masjid terdekat untuk beristirahat sejenak dan untuk solat
Dzuhur. seelah solat dzuhur dan beristirahat sejenak, bang Riko lanjut untuk
berkeliling. Bang Riko pun berhenti di sekitar taman. Selama kurang lebih 4 jam
ia mangkal di taman hanya 6 mangkok porsi mie ayam yang terjual. Waktu sudah
menunjukan pukul setengah empat sore , bang Riko bergegas menuju masjid kembali
untuk menunaikan ibadah solat ashar. Setelah solat ashar selesai, ia mangkal di
dekat masjid dan alhamdulillah pelanggan yang telah selesai menunaikan solat
ashar menghampiri Mie Ayam Bang Riko ini. Sambil membuat Mie Ayam , bang Riko
banyak bercerita dengan pembeli mie ayam tersebut. Kebetulan Bang Riko adalah
orang yang lumayan humoris, jadi pembeli senang
saat menunggu mie ayam nya dibuatkan karena Bang Riko yang sering
bercanda membuat pembeli tertawa. Selain humoris bang Riko menerapkan sopan
santun terhadap pelanggannya serta ramah. Saat mangkal di masjid dari ashar
hingga maghrib mie ayamnya laku 9 porsi. setelah solat maghrib bang Riko
memutuskan untuk kembali pulang ke rumah dan mensyukuri atas penjualannya di hari
pertama laku terjual 28 porsi, dengan harga Rp 200,- perporsinya.
Sisa 2 mie nya tersebut untuk esok
hari dan ayam yang tersisa ia makan untuk sendiri tidak dibuat untuk keesokan
harinya. “Pengalaman menjual di hari
petama tidak akan pernah ia lupakan”kata bang Riko. Sebulan berlalu dagangan
bang Riko dari hari ke hari cukup banyak peminatnya, karena sudah banyak yang
mengenal mie Ayam bang Riko. Penjualannya di bulan pertama mencapai 30-40 porsi
rata-rata terjual.
Ada musim-musim tertentu penjualan
mie ayam ini ramai dan sepih, pada saat bulan puasa bang Riko tidak berkeliling
melainkan mangkal di dekat masjid seiktar menjelang buka puasa (magrib) hingga
usai solat tarawih sekitar jam sepuluh malam. Walaupun bulan puasa sepih
pembeli ia tetap bersemangat berjuala, pada waktu ibadah solat magrib, isya,
hingga tarawih bang Riko meniggalkan dagangannya di luar dan ia pun tetap ikut
jamaah di masjid, setelah usai solat tarawih ia melanjutkan berjualan. Pada
saat bulan puasa penjualannya hanya terjual 15-20 mangkok saja perharinya. Dan
pada hari lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha adalah puncak ramai penjualannya,
karena setelah usai orang-orang berekliling untuk halal bihalal, tidak banyak
penjual makanan yang berdagang, karena mereka pulang kampung ke asalnya,
kebetulan bang Riko memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan ie nya dimulai
dari jam sembilan pagi hingga sore. Dan banyak sekali pembeli pada saat itu
Bang Riko hanya menyediakan 80 porsi mie Ayam, dan sekitar jam 2 siang mie
Ayamnya sudah habis terjual karena banyaknya pembeli. Pada hari kedua lebaran
Idul Fitri bang Riko menaikan persediaan mie ayamnya menjadi 100 porsi, dan
hari kedua pun sama lakunya, dari jam sembilan pagi hingga setelah solat ashar
usai penjualan mie ayam bang Riko habis terjual semua yaitu 100 porsi.
BAB
III
Ø KINERJA
USAHA
Produk yang di hasilka saat ini mie
ayam, bihun, kwetiaw, dan bakso, untuk lebih detailnya bisa di lihat dibawah
ini menu yang tersedia di tahun 2017:
|
Menu
|
Harga
|
|
Mie Ayam
|
Rp 13000,-
|
|
Mie Ayam Bakso
|
Rp 16000,-
|
|
Mie Ayam Pangsit
|
Rp 16000,-
|
|
Mie Ayam Bakso Pangsit
|
Rp 21000,-
|
|
Bihun Ayam
|
Rp 13000,-
|
|
Bihun Ayam Bakso
|
Rp 16000,-
|
|
Bihun AyamPangsit
|
Rp 16000,-
|
|
Bihun Ayam Bakso Pangsit
|
Rp 21000,-
|
|
Kwetiaw Ayam
|
Rp 13000,-
|
|
Kwetiaw Ayam Bakso
|
Rp 16000,-
|
|
Kwetiaw Ayam Pangsit
|
Rp 16000,-
|
|
Kwetiaw Ayam Bakso Pangsit
|
Rp 21000,-
|
|
Bakso Kuah
|
Rp 13000,-
|
|
Pangsit Kuah
|
Rp 13000,-
|
|
Bakso Pangsit
|
Rp 13000,-
|
|
Mie Goreng
|
Rp 21000,-
|
|
Bihun Goreng
|
Rp 21000,-
|
|
Kwetiaw Goreng
|
Rp 21000,-
|
|
Nasi Goreng
|
Rp 21000,-
|
|
Nasi Putih
|
Rp 4000,-
|
|
Es Campur
|
Rp 10000,-
|
|
Es Teler
|
Rp 10000,-
|
|
Es Alpukat
|
Rp 10000,-
|
|
Es Kelapa
|
Rp 5000,-
|
|
Es Jeruk
|
Rp 10000,-
|
|
Es Soft Drink
|
Rp 4000,-
|
|
Es Soda Susu
|
Rp 12000,-
|
|
Es Soda Gembira
|
Rp 12000,-
|
|
Es Susu Soft Drink
|
Rp 12000,-
|
|
Es Teh Tawar
|
Rp 2000,-
|
|
Es Teh Manis
|
Rp 4000,-
|
|
Es Aneka Jus
|
Rp 10000,-
|
|
Teh Hangat/Panas
|
Rp 1000,-
|
·
Omzet rutin harian yang di dapatkan mie
ayam Dino berbentuk rata-rata secara keseluruhan pendapatan .Sebagai rinciannya
diuraikan dibawah ini :
a.
Omzet Harian : Rp 800.000,-
b.
Omzet Perbulan (kotor) : Rp
22.000.000,-
c.
Omzet Perbulan (Bersih) : Rp 10.000.000,-
d.
Modal Perbulan : Rp 12.000.000,-
Untuk tenaga kerja bang Riko hanya
dibantu sang istri nya, karena untuk menghemat biaya pengeluaran. Utuk
pendanaan usaha ini bang Riko memiliki tabungan sebesar Rp 7000 pada tahun 1989
adalah jumlah nominal yangg lumayan besar, dan meminjam modal kepada kakaknya
yaitu sebesar Rp 1500, beliau hanya meminjam kepada kakaknya, beliau tidak
menggunakan akses perbankan dikarenak suku bunga yang akan terus meningkat,
maka bunga pinjaman pun akan tinggi.
Dan Pendapatan Bersih perbulannya
sebesar Rp 10.000.000,- di kurangi pengeluaran perbulan untuk keluarganya yaitu
sebesar Rp 8.000.000,- . Pengeluaran perbulan keluarga nya itu digunakan untuk
makan sehari-hari, untuk biaya sekolah kedua anaknya, untuk biaya les kedua
anaknya, untuk biaya listrik dan air, dan pengeluaran tidak terduga lainnya.
Dan untuk sisanya di tabung di bank.
·
PEMBUKAAN TOKO DAN ASAL USUL NAMA MIE
AYAM DINO
Setahun berjalan lancar,
pelanggan-pelanggan selalu bertambah dan makin banyak yang mengenal tentang mie
ayam bang Riko. Dan hutang yang ia punya kepada kakaknya pun sudah dilunasi.
Pada suatu hari pelanggan yang ingin membeli mie ayam bang Riko tidak menemukan
bang Riko di tempat mangkal biasanya yaitu di sekitar taman, beberapa pelanggan
pun rela berkeliling hingga ke masjid tempat mangkal bang Riko juga hanya untuk
membeli mie ayamnya. Hingga pada suatu hari ia berfikir dan munculah ide untuk
membuka toko mie ayamnya sendiri, sehingga pelanggannya tidak perlu berkeliling
mencarinya jika ingin membeli mie ayamnya tetapi bang Riko tidak ada ditempat
ia mangkal. Tetapi memikirkan keuangannya yang belum cukup untuk membuka sebuah
toko mie itu sendiri, ia pun mengurungkan niatnya. Setelah dua tahun berjalan
usahanya, tabungannya juga sudah hampir mencukupi, bang Riko pun mulai
menjalankan niatnya yang sempat tertunda untuk membuka toko mie ayam sendiri.
Bang Riko berencana membuka toko di
halaman rumahnya, tetapi tabungannya masih kurang sedikit lagi untuk berbelanja
bahan bangunannya. Dan bang Riko pun berfikir dan berniat untuk meminjam
sedikit uang kepada kakaknya untuk menambah modal membangun toko mie ayam di
halaman rumahnya. Akhirnya bang Riko pun mencoba untuk meminjam uangkepada
kakaknya. Karena jumlah nominalya tidak besar, kakaknya langsung memberi
pinjaman tersebut dan kakaknya pun mengatakan tidak usah dikembalikan , jadi
uang tersebut tidak dipinjamkan melainkan kakaknya berikan kepada bang Riko.
Dengan senang hati bang Riko menerima tambahan modalnya. Sambil menunggu
tokonya dibangun, bang Riko memberitahu pelnggannya bahwa ia akan membuka toko
sendiri di Jl. Bendungan Jago No. K445. Sebulan kemudian tokonya pun sudah jadi
dan siap untuk ditempati.
Sebelum membuka tokonya bang Riko
masih belum memberi nama tokonya. Seketika ia memiliki ide untuk memberi
namanya Mie Ayam Dino, ia menamakan Mie Ayam Dino, karena Dino adalah nama
kakaknya yang bagi ia berjasa selama ia mendirikan mie ayamnya. Lalu sebelum
membuka tokonya, ia menempelkan brosur
di tembok tembok dan tiang listrik di perumahan dan di sepanjang jalan, dan
belaiau mengadakan prommo untuk hari pertama pembukaan tokonya tersebut, yaitu
gratis minum jika makan di tempat, dan jika tidak makan di tempat medapat
gratis pangsit goreng. Hari pertama pembukaannya di mulai dari pukul sembilan
pagi. Dan pelanggan mulai berdatangan ke
toko barunya, ada yang makan di tempat dan ada juga yang dibeli untuk dibawa
pulang.
Hari pertama 50 porsi mie ayam
pangsit dan mie ayam saja terjual habis. Promo yang ia berikan berlangsung
selama seminggu pertama berjualan di toko baru. 10 tahun sudah ia menjalani
usahanya berjualan mie ayam, banyak pengorbanan yang ia lakukan, pengorbanan
waktu dimasa mudanya, sehingga ia sampai belum sempat menikah. Dan pada suatu
hari saat reunian kuliah, ia bertemu dengan teman-temannya dan menutup tokonya
sementara. mendengar Bang Riko masih single yaitu belum menikah sejka 10 tahun
kelulusannya , beberapa temannya akhirnya mengenalkannya pada beberapa wanita,
dan hingga akhirnya Bang Riko menemukan jodohnya yaitu ibu Titi Rosdianti, yang
kebetulan ibu Titi bekerja di salah satu perusahaan asuransi pada saat itu.
Tidak lama mengenal umur Bang Riko yang sudah menginjak kepala tiga yaitu 33
tahun, setelah 5 bulan berhubungan dengan ibu Titi yang umurnya 6 tahun lebih
muda dibawahnya , tepatnya berumur 27 tahun. Mereka pun akhirnya menikah. dan
pada tahun 2001 dikaruniai seorang anak laki-laki yaitu mereka namakan Dino
juga seperti nama kakaknya Bang Riko yang telah berjasa membantu bang Riko
mendirikan usaha mie ayamnya.
Lima tahun kemudian mereka
dikaruniai seorang anak perempuan yangia beri nama Aritia. Lalu ibu Titi yang
sebelumnya bekerja di perusahaan Asuransi , ia pindah bekerja di perusahaan
Interior design karena memungkinkan ibu Titi mengurus kedua anaknya dan membantu
suaminya berjualan di malam hari. Sebagian pendapatannya perbulan mereka
sumbangkan ke panti asuhan, sebagian lagi mereka tabunguntuk membeli rumah.
Pada tahun 2010 uang tabungannya terkumpul untuk membeli rumah untuk investasi
masa depan mereka. Rumah tersebut tidak mereka tempati tetapi untuk dikontrakan
kembali. Dan tidak lupa setiap bulannya sebagian pendapatannya di sumbangkan
langsung ke masjid terdekat dan panti asuhan tidak melalui perantara atau
lembaga apapun.
Dan pada tahun 2011 ia melakukan inovasi untuk produknya, yaitu
ia menambahkan bihun, kwetiaw, bakso dan nasi goreng.
Di dalam Point Kejujuran Mie Ayam Dino selalu menyampaikan
jika mie ayam atau produk lainnya ada yang kurang rasanya, atau pembungkusnya
rusak, dan lainnya , Bang Riko selaku penjual selalu meberitahukan kepada
pelanggannya, karena menurutnya kualitas harus tetap terjaga agar pelanggan
setia dan pelanggan barunya tidak pergi. Serta citra produk yang dilihat tetap
baik dilihat pelanggan.
Untuk Keuntungan Bang Riko tidak
menentukannya dari perporsi , melainkan jumlah Pendapatan dikurangi dengan
Modalnya. Sebagai rinciannya diuraikan dibawah ini :
-
Omzet Harian : Rp 800.000,-
-
Omzet Perbulan (kotor) : Rp 22.000.000,-
-
Omzet Perbulan (Bersih) : Rp
10.000.000,-
-
Modal Perbulan
: Rp 12.000.000,-
Jadi
Omzet Perbulan Bersih = Omzet Perbulan Kotor – Modal Perbulan
=
Rp 22.000.000,- ─ Rp 12.000.000,-
= Rp
10.000.000,-
Dan pada point Tujuan jangka panjang
berkaitan dengan keluarga adalah menabung untuk biaya kuliah anak-anakya, serta
biaya untuk umroh. Selain tujuan Jangka panjang untuk keluarga, ada juga tujuan
Jangka panjang untuk usaha ekonominya yaitu ingin membuka cabang yang baru
untuk toko mienya. Dan ia juga sedang menabung untuk pembukaan cabangnya,
walaupun dananya belum mencukupi bang Riko sekelurga tetpa giat bekerja dan
menabunguntuk masa depan.
Ø 9
ASPEK DALAM KEWIRAUSAHAAN
Aspek yang pertama yaitu peluang usaha
baru, Mie Ayam Dino mempunyai produk yang ia akan jual berbentuk makanan yaitu
Mie Ayam, dan pada saat ini tersedia berbagai macam makanan, tidak hanya Mie
ayam, tetapi tersedia Bihun dan Kwetiaw serta nasi goreng.
Aspek yang kedua adalah Pembiayaan,
model pembiayaannya ini berbentuk konsinyasi (pakai modal). Untuk membuka usaha
ini wirausahawan membutuhkan modal untuk membeli peralata da bahan makannannya.
Bahkan modal yang ia punya dari tabungannya saja kurang untuk membeli bahan dan
peraltan yang dibutuhkan, oleh karena itu wirausahawan meminjam uang ke
keluarga yaitu kakaknya, bukan ke bank, karena bank memiliki bunga pinjaman.
Aspek yang ketiga yaitu Pemasaran,
untuk memasarkan produknya agardikenal oleh masyarakat, wirausahawan memakia
strategi word of mouth karena kekuatan pengaruh pembicara sangat signifikan
untuk mempengaruhi minat konsumen untuk membeli. Serta menempelkan brosur di
tembok terdekat. Jadi wirausahawan memilih strategi langsung untuk
pemasarannya.
Aspek yang keempat yaitu kepemilikan,
hak kuasa atas kepemilikan nama, produk dan tempat sudah menjadi kepimilikan
pribadi. Tepatnya pada saat pembukaan toko sendiri , wirausahawan mematenkan
brandnya.
Aspek yang kelima adalah Sumber Daya
Manusia (SDM) , di toko mie ayam dino tidak memiliki pegawai yang dibayar,
melainkan bantuan dari sang keluarga , yaitu isteri, terkadang ibu nya juga
membantu. Alasannnya adalah untuk menghemat biaya pengeluaran usaha
perbulannya.
Aspek yang keenam yaitu organisasi,
strukturisasi tidak terlalu tergambar dengan jelas , karena pemilik sekaligus
mencakup sebagai pembuat dan pelayan. Sedangkan isterinya embantu di kasir dan
sekaligus membantu membuat mie ayam. Jadi menurut saya tidak ada struktur
organisasi yang terbentuk pada kasus mie ayam dino.
Aspek yang ketujuh
adalah kepemimpinan, kepemimpinan yang dimaksud adalah wirausahawan diberi
pengakuan dari SDM/organisasi. Menurut saya pengakuan sudah terjadi karena
sumber daya manusia yaitu keluarga dan isterinya mengakui kegigihan bang Riko
untuk menjadi wirausahawan sampai saat ini. Dan dari warga sekitar tempat
berjualannya, banyak yang mengatakan bahwa produk yang dihasilkan memiliki cita
rasa yang enak.
Aspek yang kedelapan yaitu Evaluasi
usaha sudah terjadi karena setiap hari, minggu bahkan bulan bang Riko dan
isterinya selalu melakukan evaluasi usaha ketika usai berjualan, mereka melihat
masalah yang timbul, masalah yang tak terduga, bahkan pengeluaran yang tidak
terduga, serta mengevaluasi hasil pendapatannya. Setelah di evaluasi
wirausahawan selalu berusaha memperbaikinya.
Aspek yang terakhir yaitu yang
kesembilan adalah pengembangan usaha, pengembangan usaha belum terjadi, karena
wirausahawan baru melakukan niat untuk mengekspansi usahanya atau ingin membuka
cabang, tetapi belum terealisasikan karena adalanya kendala modal yang belum
mencukupi.
Ø 5
HAL YANG DIKATAKAN UNTUK SUKSES
Untuk memulai harus memiliki sikap
tekun yaitu mengetahui siklus pada periode usaha, yaitu kapan musim sepi dan
musim ramai, dalam hal ini wirausahawan sudah dikatakan tekun karena
wirausahawan mengetahui siklus musim sepi dan ramainya yaitu musim ramai
terjadi ketika lebaran Idul Fitri dan lebaran Idul Adha. Dan utuk musim sepinya
terjadi ketika Bulan Ramadhan.
Yang kedua adalah poiny menanggung
Resiko, pada point ini wirausahawan sudah melakukan pengorbanan waktu karena
menunda pernikahan sampai umur 33 tahun karena sibuk membuka usaha dan berusaha
menjualnya dengan baik, serta berkorba waktu pada usia mudanya.
Yang ketiga adalah point jujur,
yaitu mengatakan sebagaimana adanya, pada point ini wirausahawan sudah
melakukanya dengan baik yaitu memberitahu jika ada kecacatan produk atau adda
produk yang cita rasanya kurang baik. Serta berperilaku jujur ketika ada
kelebihan pembayaran yang dilakukan konsumen.
Yang keempat adalah point tujuan
jangka panjang, menurut saya sudah tercapai karena beliau memiliki kreatifitas
dan inovasi produk, sehingga konsumen tidak bosan jika ke tokonya untuk membeli
makan, karena tersedia beberapa macam makanan membuat ruang linkup pemilihan
produk terhadap konsumen tidak sempit.
Yang kelima adalah point doa dan
berserah diri kepada Tuhan, meurut saya wirausahawan ini sudahmelakukan ibadah
solat lima aktu dengan rajin serta berdoa kepada Allah SWT untuk kelancaran
usahanya. Setelah berdoa, wirausahawan bertawakal kepada Allah SWt tetapi tetap
bersemangat dalam mencapai tujuannya.
BAB IV
Ø ANALISIS
KELAYAKAN USAHA
·
Analisis B/C Ratio : Pada analissi B/C
Ratio usaha dapat dikatakan layak jika
B/C > 1, jadi
B/C Ratio = pendapatan perhari/modal
perhari
= Rp
800.000/350.000 = 2.28
Jadi B/C Ratio 2.28
> 1 , jadi usaha ini dapat dikatakan layak karena angka B/C Ratio melebihi
dari 1.
·
Analisis BEP untuk tahun 2017 :
TFC : Rp 12.000.000/bulan
P : Rp 13000/porsi
V: Rp 8000/porsi
Ø BEPunit=
TFC / ( P-V)
= 12.000.000 /
(13000-8000)
= 12.000.000/ 5000 =
2400 unit
Jadi untuk mencapai BEPunit harus menjual
2400 porsi mie ayam per
bulannya. Jadi untuk perharinya pedagang harus menjual mie ayam minimal
80 porsi mie ayam agar mencapai BEP unit.
Ø BEP
Rupiah = BEP unit x Price
= 2400 x
13000 = 31.200.000
Jadi untuk mencapai BEP
Rupiah pedagang harus mencapai pendapatan perbulan sebesar Rp 31.200.000 .
· Analisis
Payback Period (PP) :
Nilai Investasi = Rp
45.000.000
Proceeds = Rp 5.000.000
PP= Nilai
Investasi/Proceeds
PP= 45.000.000/
5.000.000 = 9
Jadi nilai Investasi
sebesar Rp 45.000.000 dapat dikembalikan investasinya dalam waktu 9 tahun.
E. SPESIFIKASI TEKNIS
Untuk pembukuan akuntasinya dilakukan oleh
ibu Titi yaitu istrinya dikarenakan perempuan perhitungannya cukup matang dan
teliti dalam menghitung. Bu Titi membuat jurnal, neraca di buku nya, jadi di
buku tersebut dapat dilihat arus kas yang terjadi setiap hari, minggu, bulan
dan tahunnya.
Untuk bagian keuangannya juga ibu Titi yang
mengatur pemasukan, pengeluaran untuk bahan-bahan serta untuk pembelian
peralatan dan biaya tak terduga lainnya semua diatur oleh ibu Titi.
Untuk pemasarannya sendiri berupa word of
mouth , yaitu pelanggan yang sudah menjadi pelanggan setia atau pelanggan biasa
(konsumen) akan mempromosikan bahwa mie ayam Dino enak dan murah dibanding mie
lainnya. Kekuatan word of mouth sangat berpengaruh , karena secara tidak
langsung ketika seseorang mempromosikan suatu produk tertentu, kita akan terpengaruh
untuk mencoba membelinya. Ketika rasa sesuai selera si konsumen, konsumen
tersebut akan terus membeli dan mempromosikannya lagi ke teman,sahabat dan
kerabat mereka. Selain word of mouth, bang Riko tetap menempelkan brosur di
tembok-tembok serta membagikan flyer di tempat-tempat tertentu.
F. HASIL USAHA YANG DI
CAPAI
Hasil
akhirnya adalah sebagai berikut
|
NO.
|
Kondisi Hasil
|
Kebutuhan Pokok
|
Hutang
|
Memperkerjakan orang lain
|
|
1.
|
Subsistence
|
-
|
¼
|
0
|
|
2.
|
Survive
|
|
x
|
0
|
|
3.
|
Stability
|
|
x
|
0
|
|
4.
|
Significant
|
|
x
|
0
|
G.
DESKRIPSI LAIN-LAIN
Halaman Rumah dijadikan tempat usaha
dan tempat usaha ini terdapat di pinggir jalan tepatnya sehingga banyak orang
yang berlalu lalang melewati lokasi ini dan banyak juga yang melihat mie ini
dan tertarik unutk membelinya. Kekuatannya adalah lokasi berada di pinggir
jalan yang mudah dijangkau oleh konsumen. Kelemahannya adalah Mie Ayam ini
adalah Mie ayam jawa, dan banyak kompetitor yang berjualan mie ayam bangka
(cina) pada saat ini konsumen lebih tertarik dengan cita rasa yang disajikan
oleh ie ayam bangka. Keaktifan yang dilakukan oleh ibu Titi dalam mempromosikan
produknya di lingkungan sekolah anak-anaknya.
Dibawah
ini adalah gambar-gambar yang saya tampilkan untuk memperjelas suasana di toko
Mie Ayam Dino

ini
adalah daftar menu yang tersedia di Mie Ayam Dino denganberbagai varian rasa
dan berbagai varian harga.

Ini
adalah tempat duduk yang tersedia di Mie Ayam Dino, pada saat saya memfoto ini
kebetulan sedang ada acara reunian sekolah bang Riko jadi terlihat ramai.

Ini
adalah gambar Bang Riko dan istrinya yaitu Ibu Titi yang saya ambil ketika
mereka berdua sedang membuat mie ayamnya.

Ini
adalah tampilan Mie Ayam Dino, kebetulan saya memesan Mie Ayam Bakso.

Karena
Bang Riko sedang sibuk reunian bersama teman-temannya, saya berfoto dengan Ibu Titi
Rosdiati istri bang Riko.
PROFIL WIRAUSAHA MIE AYAM DINO

Disusun Oleh
Nama : Almira Nazma
Kelas : 3EA23
NPM : 10214881
UNIVERSITAS GUNADARMA
PROGRAM STUDI S1
JURUSAN MANAJEMEN
DEPOK
2017