Pages

Sabtu, 29 April 2017

tugas pak budiman tentang Kasus

BAB I
Ø  PROFIL PELAKU
            Nama lengkapnya adalah Riko Prasodjo, ia biasa dikenal dengan nama panggilan Bang Riko, Jenis kelaminnya adalah laki-laki dapat diketahui dari namanya dan juga nama panggilannya. Status pernikahannya saat ini adalah Menikah, nama isterinya adalah ibu Titi Rosdiati, bang Riko memiliki 2 orang anak yang pertama anak laki-laki yaitu Dino yang beruia 16 tahun saat ini bersekolah di SMAN 77 Jakarta kelas 10 dan yang kedua adalah Aritia yang masih kelas 5 sd di SDIT AL- Muddatsiriyah. Ibu Titi bekerja sebagai Interior Design, ketika sore menjelang malam tepatnya setelah pulang bekerja, ibu Titi membantu suaminya berjualan di toko mienya Pak Riko berumur 49 tahun saat ini dan isterinya berumur 42 tahun, agama mereka semua Islam, mereka semua ajin menunaikan ibadah solat. Alamat tempat tinggalnya sama dengan Alamat usaha mereka berada yaitu JL. Bendungan Jago No. K445, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran,Jakarta Pusat.










BAB II
Ø  PROFIL PERUSAHAAN
            Jenis Usaha yang didirikan adalah Mie Ayam, lama usaha ini berdiri sudah 26 tahun, dari mulai di gerobak hingga mempunyai toko sendiri. Alasan beliau berwirausaha karena waktu yang dijalankan lebih fleksible dibanding menjadi karyawan di kantor.
Ø  SEJARAH BERDIRINYA MIE AYAM DINO
            Riko Prasodjo pada awalnya adalah lulusan dari IPB dengan jurusan pertanian. Ia lulus dengan gelar Insinyur, jadi namanya adalah Ir. Riko Prasodjo. setelah lulus ia tidak langsung bekerja di perusahaan, melainkan ia berusaha menjadi wirausahawan, wirausahawan adalah pekerjaan yang jauh dari jurusan yang ia tekuni selama kuliah. Tetapi Riko mempunyai minat lebih menjadi wirausahawan, karena menjadi wirausahawan bekerja dengn waktu yang fleksible, dan jika sudah mencapai kesuksesan gaji yang di dapat akan melebihi dari gaji karyawan, walaupun memang dalam berwirausaha tidak akan langsung menuju kesuksesan, karena  menuju sukses butuh waktu dan proses, fikir bang Riko.
            Pada tahun kelulusannya waktu itu adalah tahun 1989. Riko memiliki ide untuk membuka usaha Mie Ayam karena di daerah tempatya tinggal masih jarang yang berjualan mie ayam. Setelah mempelajarinya melalui buku masakan yang ia beli di tempat buku pasar senen itu, keseeokan harinya ia berbelanja bahan mie ayam untuk mencoba mempraktikannya langsung, saat pertama kali ia mencoba tidak langsung begitu saja jadi. Mie ayam yang ia buat masih kematengan dan bubu nya masih terasa kurang pas di lidah, selain itu rasa di topping ayamnya masih kurang sedap. Tidak mudah menyerah begitu saja, esok harinya pun ia mencoba kembali membuat mie ayam, percobaan kedua ini menghasilkan mie ayam yang tidak kematengan tetapi bumbunya masih tetap kurang, dan rasa di topping ayamnya sudah pas. Keesokan harinya Bang Riko belum menyerah mencoba membuat percobaan mie ayam yang ketiga kali, untuk percobaan yang ketiga ini, bang Riko akhirnya berhasil menciptakan rasa mie ayam yang pas di lidah yaitu sedap dan mantap. Komentar dari keluarganya tetntang rasanya juga sudah pas, tetapi ibunya memberi masukan bahwa mie ayam tersebut leih enak jika ditambahkan pangsit dan sayuran seperi toge dan sawi. mendengar masukan atau koentar dari ibundanya tersebut, bang Riko keesokan harinya bergegas ke pasar untuk membeli bahan untuk membuat pangsit basah serta tambahan sayuran untuk mie ayam. Sesampainya di rumah ia langsung mencoba membuat pangsit basah berisi ayam bumbu tersebut. Dan usahsa membuat pangsit ini tidak langsung berjalan mulus, karena hasil percobaan pertamanya bahan pembungkus pangsit ini tidak jadi atau kurang tepung. Lalu ibunya memberi bantuan untuk membuat kulit pangsitnya, dan kulit pangsit berhasil dibuat, lalu rasa ayam di dalam pangsit tersebut juga sudah pas. Akhirnya percobaan kedua membuat pangsit basah pun berhasil. Keesokan harinya ia ingin memantapkan rasa mie ayam beserta pangsitnya yang ingin ia jual. Pada hari kelima ini bang Riko membuat mie ayam beserta pangsit serta sayurannya dijadikan satu. ternyata rasanya begitu sedap dan mantap untuk di santap.
            Setelah mencoba beberapa kali percobaan untk membuat mie ayam pangsit ini berhasil, bang Riko tidak sabar untuk mendirikan Mie Ayam tersebut, Riko langsung berusaha menjalankan usahanya, pada awalnya ia pakai tabungannya sebagai modal belanja bahan-bahan mie ayam, dan sebagiannya lagi ia pergunakan untuk membeli gerobak. Besarnya tabungan yang ia miliki pada saat itu adalah sekitar Rp 7000,-. Pada awalnya ia mencoba belajar terlebih dahulu untuk membuat mie ayam, Perjuangan untuk membeli gerobak yang sesuai budgetnya pun tak mudah. Riko berkeliling kota Jakarta, hingga akhirnya pun ia menemukan harga gerobak yang sesuai dengan budgetnya, ia membeli gerobak dengan harga Rp 5500. Setelah itu ia berbelanja bahan untuk membuat mie ayam, ia bebelanja di pasar Senen tepatnya, dan menghabiskan modal  2500 untuk bahan-bahan mie ayam. ternyata tabungan Riko tidak mencukupi, karena kurang Rp 1000 untuk modalnya, ia pun meminjam uang kepada kakaknya untuk tambahan modal, Riko memninjam uang kakaknya sebesar Rp 1500 untuk menambah modal. Sisa pinjamannya sebesar Rp 500 ia simpan untuk biaya tak terduga.
            Setelah perlengkapan untuk Mie Ayam sudah lengkap, malamnya pun ia menyiapkan ayam bumbu untuk topping di Mie Ayamnya. Untuk mie nya sendiri, Riko masih membeli mie ayam yang sudah jadi di pasar. Keesokan paginya Riko mempersiapkan segala bahan makanan di gerobaknya, mulai dari mie nya ia letakan secararapih dan sejajar di sisi atas kiri di dalam kotak gerobak, lalu topping ayam, daun bawang, mecin,sayuran (sawi dan toge) dan sambal yang berada di wadah lalu ia letakan di sebelah bawah kiri dalam kotak. Selanjutnya kuali besar yang berisi air untuk merebus kuah mie dan untuk merebus mie ayam tersebut. Setelah kuali, di sekeliling kuali di letakkan minyak, kecap asin, dan saos cabai,ini adalah cara peletakan perlengkapan dan peralatan untu membuat mie ayam yang bang Riko letakan di dalam gerobaknya . Untuk modal yang ia keuarkan sebesar Rp 2500 bisa menjadi 30 mangkuk kurang lebihnya. Jam 9 pagi tepatnya ia mulai menjajaki daerah tempat tinggalnya, dan sempat berhenti mangkal di dekat pasar, sekolah dan taman. Pada jam 10 ia mangkan di dekat pasar, ada beberapa pelanggan yang menghampirinya untuk membeli mie ayam, lalu Riko pun menyediakan beberapa tempat duduk untuk pelanggan yang ingin makan di tempat langsung. Dua ibu-ibu yang membeli pertama Mie Ayama bang Riko langsung makan di tempatnya, dan dua ibu-ibu itu langsung memuji cita rasa mie ayam Bang Riko. Mendengar pujian kedua ibu-ibu tersebut Bang Riko senang hati mendengarnya dan membuat ia tambah bersemangat untuk berjualan. Bang Riko mangkal di pasar sekitar sampai jam set 12 siang, dan di pasar tersebut mie ayam bang Riko terjual habis 13 porsi.
            Sekitar jam 12 bang Riko berkeliling sambil berhenti di masjid terdekat untuk beristirahat sejenak dan untuk solat Dzuhur. seelah solat dzuhur dan beristirahat sejenak, bang Riko lanjut untuk berkeliling. Bang Riko pun berhenti di sekitar taman. Selama kurang lebih 4 jam ia mangkal di taman hanya 6 mangkok porsi mie ayam yang terjual. Waktu sudah menunjukan pukul setengah empat sore , bang Riko bergegas menuju masjid kembali untuk menunaikan ibadah solat ashar. Setelah solat ashar selesai, ia mangkal di dekat masjid dan alhamdulillah pelanggan yang telah selesai menunaikan solat ashar menghampiri Mie Ayam Bang Riko ini. Sambil membuat Mie Ayam , bang Riko banyak bercerita dengan pembeli mie ayam tersebut. Kebetulan Bang Riko adalah orang yang lumayan humoris, jadi pembeli senang  saat menunggu mie ayam nya dibuatkan karena Bang Riko yang sering bercanda membuat pembeli tertawa. Selain humoris bang Riko menerapkan sopan santun terhadap pelanggannya serta ramah. Saat mangkal di masjid dari ashar hingga maghrib mie ayamnya laku 9 porsi. setelah solat maghrib bang Riko memutuskan untuk kembali pulang ke rumah dan mensyukuri atas penjualannya di hari pertama laku terjual 28 porsi, dengan harga Rp 200,- perporsinya.
            Sisa 2 mie nya tersebut untuk esok hari dan ayam yang tersisa ia makan untuk sendiri tidak dibuat untuk keesokan harinya.  “Pengalaman menjual di hari petama tidak akan pernah ia lupakan”kata bang Riko. Sebulan berlalu dagangan bang Riko dari hari ke hari cukup banyak peminatnya, karena sudah banyak yang mengenal mie Ayam bang Riko. Penjualannya di bulan pertama mencapai 30-40 porsi rata-rata terjual.
            Ada musim-musim tertentu penjualan mie ayam ini ramai dan sepih, pada saat bulan puasa bang Riko tidak berkeliling melainkan mangkal di dekat masjid seiktar menjelang buka puasa (magrib) hingga usai solat tarawih sekitar jam sepuluh malam. Walaupun bulan puasa sepih pembeli ia tetap bersemangat berjuala, pada waktu ibadah solat magrib, isya, hingga tarawih bang Riko meniggalkan dagangannya di luar dan ia pun tetap ikut jamaah di masjid, setelah usai solat tarawih ia melanjutkan berjualan. Pada saat bulan puasa penjualannya hanya terjual 15-20 mangkok saja perharinya. Dan pada hari lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha adalah puncak ramai penjualannya, karena setelah usai orang-orang berekliling untuk halal bihalal, tidak banyak penjual makanan yang berdagang, karena mereka pulang kampung ke asalnya, kebetulan bang Riko memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan ie nya dimulai dari jam sembilan pagi hingga sore. Dan banyak sekali pembeli pada saat itu Bang Riko hanya menyediakan 80 porsi mie Ayam, dan sekitar jam 2 siang mie Ayamnya sudah habis terjual karena banyaknya pembeli. Pada hari kedua lebaran Idul Fitri bang Riko menaikan persediaan mie ayamnya menjadi 100 porsi, dan hari kedua pun sama lakunya, dari jam sembilan pagi hingga setelah solat ashar usai penjualan mie ayam bang Riko habis terjual semua yaitu 100 porsi.

















BAB III
Ø  KINERJA USAHA
            Produk yang di hasilka saat ini mie ayam, bihun, kwetiaw, dan bakso, untuk lebih detailnya bisa di lihat dibawah ini menu yang tersedia di tahun 2017:
Menu
Harga
Mie Ayam
Rp 13000,-
Mie Ayam Bakso
Rp 16000,-
Mie Ayam Pangsit
Rp 16000,-
Mie Ayam Bakso Pangsit
Rp 21000,-
Bihun Ayam
Rp 13000,-
Bihun Ayam Bakso
Rp 16000,-
Bihun AyamPangsit
Rp 16000,-
Bihun Ayam Bakso Pangsit
Rp 21000,-
Kwetiaw Ayam
Rp 13000,-
Kwetiaw Ayam Bakso
Rp 16000,-
Kwetiaw Ayam Pangsit
Rp 16000,-
Kwetiaw Ayam Bakso Pangsit
Rp 21000,-
Bakso Kuah
Rp 13000,-
Pangsit Kuah
Rp 13000,-
Bakso Pangsit
Rp 13000,-
Mie Goreng
Rp 21000,-
Bihun Goreng
Rp 21000,-
Kwetiaw Goreng
Rp 21000,-
Nasi Goreng
Rp 21000,-
Nasi Putih
Rp 4000,-
Es Campur
Rp 10000,-
Es Teler
Rp 10000,-
Es Alpukat
Rp 10000,-
Es Kelapa
Rp 5000,-
Es Jeruk
Rp 10000,-
Es Soft Drink
Rp 4000,-
Es Soda Susu
Rp 12000,-
Es Soda Gembira
Rp 12000,-
Es Susu Soft Drink
Rp 12000,-
Es Teh Tawar
Rp 2000,-
Es Teh Manis
Rp 4000,-
Es Aneka Jus
Rp 10000,-
Teh Hangat/Panas
Rp 1000,-

·         Omzet rutin harian yang di dapatkan mie ayam Dino berbentuk rata-rata secara keseluruhan pendapatan .Sebagai rinciannya diuraikan dibawah ini :
a. Omzet Harian          : Rp 800.000,-
b. Omzet Perbulan (kotor)   : Rp 22.000.000,-
c. Omzet Perbulan (Bersih) : Rp 10.000.000,-
d. Modal Perbulan                           : Rp 12.000.000,-

            Untuk tenaga kerja bang Riko hanya dibantu sang istri nya, karena untuk menghemat biaya pengeluaran. Utuk pendanaan usaha ini bang Riko memiliki tabungan sebesar Rp 7000 pada tahun 1989 adalah jumlah nominal yangg lumayan besar, dan meminjam modal kepada kakaknya yaitu sebesar Rp 1500, beliau hanya meminjam kepada kakaknya, beliau tidak menggunakan akses perbankan dikarenak suku bunga yang akan terus meningkat, maka bunga pinjaman pun akan tinggi.
            Dan Pendapatan Bersih perbulannya sebesar Rp 10.000.000,- di kurangi pengeluaran perbulan untuk keluarganya yaitu sebesar Rp 8.000.000,- . Pengeluaran perbulan keluarga nya itu digunakan untuk makan sehari-hari, untuk biaya sekolah kedua anaknya, untuk biaya les kedua anaknya, untuk biaya listrik dan air, dan pengeluaran tidak terduga lainnya. Dan untuk sisanya di tabung di bank.

·         PEMBUKAAN TOKO DAN ASAL USUL NAMA MIE AYAM DINO
            Setahun berjalan lancar, pelanggan-pelanggan selalu bertambah dan makin banyak yang mengenal tentang mie ayam bang Riko. Dan hutang yang ia punya kepada kakaknya pun sudah dilunasi. Pada suatu hari pelanggan yang ingin membeli mie ayam bang Riko tidak menemukan bang Riko di tempat mangkal biasanya yaitu di sekitar taman, beberapa pelanggan pun rela berkeliling hingga ke masjid tempat mangkal bang Riko juga hanya untuk membeli mie ayamnya. Hingga pada suatu hari ia berfikir dan munculah ide untuk membuka toko mie ayamnya sendiri, sehingga pelanggannya tidak perlu berkeliling mencarinya jika ingin membeli mie ayamnya tetapi bang Riko tidak ada ditempat ia mangkal. Tetapi memikirkan keuangannya yang belum cukup untuk membuka sebuah toko mie itu sendiri, ia pun mengurungkan niatnya. Setelah dua tahun berjalan usahanya, tabungannya juga sudah hampir mencukupi, bang Riko pun mulai menjalankan niatnya yang sempat tertunda untuk membuka toko mie ayam sendiri.
            Bang Riko berencana membuka toko di halaman rumahnya, tetapi tabungannya masih kurang sedikit lagi untuk berbelanja bahan bangunannya. Dan bang Riko pun berfikir dan berniat untuk meminjam sedikit uang kepada kakaknya untuk menambah modal membangun toko mie ayam di halaman rumahnya. Akhirnya bang Riko pun mencoba untuk meminjam uangkepada kakaknya. Karena jumlah nominalya tidak besar, kakaknya langsung memberi pinjaman tersebut dan kakaknya pun mengatakan tidak usah dikembalikan , jadi uang tersebut tidak dipinjamkan melainkan kakaknya berikan kepada bang Riko. Dengan senang hati bang Riko menerima tambahan modalnya. Sambil menunggu tokonya dibangun, bang Riko memberitahu pelnggannya bahwa ia akan membuka toko sendiri di Jl. Bendungan Jago No. K445. Sebulan kemudian tokonya pun sudah jadi dan siap untuk ditempati.
            Sebelum membuka tokonya bang Riko masih belum memberi nama tokonya. Seketika ia memiliki ide untuk memberi namanya Mie Ayam Dino, ia menamakan Mie Ayam Dino, karena Dino adalah nama kakaknya yang bagi ia berjasa selama ia mendirikan mie ayamnya. Lalu sebelum membuka tokonya, ia  menempelkan brosur di tembok tembok dan tiang listrik di perumahan dan di sepanjang jalan, dan belaiau mengadakan prommo untuk hari pertama pembukaan tokonya tersebut, yaitu gratis minum jika makan di tempat, dan jika tidak makan di tempat medapat gratis pangsit goreng. Hari pertama pembukaannya di mulai dari pukul sembilan pagi.  Dan pelanggan mulai berdatangan ke toko barunya, ada yang makan di tempat dan ada juga yang dibeli untuk dibawa pulang.
            Hari pertama 50 porsi mie ayam pangsit dan mie ayam saja terjual habis. Promo yang ia berikan berlangsung selama seminggu pertama berjualan di toko baru. 10 tahun sudah ia menjalani usahanya berjualan mie ayam, banyak pengorbanan yang ia lakukan, pengorbanan waktu dimasa mudanya, sehingga ia sampai belum sempat menikah. Dan pada suatu hari saat reunian kuliah, ia bertemu dengan teman-temannya dan menutup tokonya sementara. mendengar Bang Riko masih single yaitu belum menikah sejka 10 tahun kelulusannya , beberapa temannya akhirnya mengenalkannya pada beberapa wanita, dan hingga akhirnya Bang Riko menemukan jodohnya yaitu ibu Titi Rosdianti, yang kebetulan ibu Titi bekerja di salah satu perusahaan asuransi pada saat itu. Tidak lama mengenal umur Bang Riko yang sudah menginjak kepala tiga yaitu 33 tahun, setelah 5 bulan berhubungan dengan ibu Titi yang umurnya 6 tahun lebih muda dibawahnya , tepatnya berumur 27 tahun. Mereka pun akhirnya menikah. dan pada tahun 2001 dikaruniai seorang anak laki-laki yaitu mereka namakan Dino juga seperti nama kakaknya Bang Riko yang telah berjasa membantu bang Riko mendirikan usaha mie ayamnya.
            Lima tahun kemudian mereka dikaruniai seorang anak perempuan yangia beri nama Aritia. Lalu ibu Titi yang sebelumnya bekerja di perusahaan Asuransi , ia pindah bekerja di perusahaan Interior design karena memungkinkan ibu Titi mengurus kedua anaknya dan membantu suaminya berjualan di malam hari.   Sebagian pendapatannya perbulan mereka sumbangkan ke panti asuhan, sebagian lagi mereka tabunguntuk membeli rumah. Pada tahun 2010 uang tabungannya terkumpul untuk membeli rumah untuk investasi masa depan mereka. Rumah tersebut tidak mereka tempati tetapi untuk dikontrakan kembali. Dan tidak lupa setiap bulannya sebagian pendapatannya di sumbangkan langsung ke masjid terdekat dan panti asuhan tidak melalui perantara atau lembaga apapun.
            Dan pada tahun 2011  ia melakukan inovasi untuk produknya, yaitu ia menambahkan bihun, kwetiaw, bakso dan nasi goreng.
            Di dalam Point  Kejujuran Mie Ayam Dino selalu menyampaikan jika mie ayam atau produk lainnya ada yang kurang rasanya, atau pembungkusnya rusak, dan lainnya , Bang Riko selaku penjual selalu meberitahukan kepada pelanggannya, karena menurutnya kualitas harus tetap terjaga agar pelanggan setia dan pelanggan barunya tidak pergi. Serta citra produk yang dilihat tetap baik  dilihat pelanggan.
            Untuk Keuntungan Bang Riko tidak menentukannya dari perporsi , melainkan jumlah Pendapatan dikurangi dengan Modalnya. Sebagai rinciannya diuraikan dibawah ini :
-          Omzet Harian  : Rp 800.000,-
-          Omzet Perbulan (kotor)   : Rp 22.000.000,-
-          Omzet Perbulan (Bersih) : Rp 10.000.000,-
-          Modal  Perbulan               : Rp 12.000.000,-
Jadi Omzet Perbulan Bersih = Omzet Perbulan Kotor – Modal Perbulan
                                              = Rp 22.000.000,-  ─ Rp 12.000.000,-
                                              = Rp  10.000.000,-

            Dan pada point Tujuan jangka panjang berkaitan dengan keluarga adalah menabung untuk biaya kuliah anak-anakya, serta biaya untuk umroh. Selain tujuan Jangka panjang untuk keluarga, ada juga tujuan Jangka panjang untuk usaha ekonominya yaitu ingin membuka cabang yang baru untuk toko mienya. Dan ia juga sedang menabung untuk pembukaan cabangnya, walaupun dananya belum mencukupi bang Riko sekelurga tetpa giat bekerja dan menabunguntuk masa depan.

Ø  9 ASPEK DALAM KEWIRAUSAHAAN
            Aspek yang pertama yaitu peluang usaha baru, Mie Ayam Dino mempunyai produk yang ia akan jual berbentuk makanan yaitu Mie Ayam, dan pada saat ini tersedia berbagai macam makanan, tidak hanya Mie ayam, tetapi tersedia Bihun dan Kwetiaw serta nasi goreng.
            Aspek yang kedua adalah Pembiayaan, model pembiayaannya ini berbentuk konsinyasi (pakai modal). Untuk membuka usaha ini wirausahawan membutuhkan modal untuk membeli peralata da bahan makannannya. Bahkan modal yang ia punya dari tabungannya saja kurang untuk membeli bahan dan peraltan yang dibutuhkan, oleh karena itu wirausahawan meminjam uang ke keluarga yaitu kakaknya, bukan ke bank, karena bank memiliki bunga pinjaman.
            Aspek yang ketiga yaitu Pemasaran, untuk memasarkan produknya agardikenal oleh masyarakat, wirausahawan memakia strategi word of mouth karena kekuatan pengaruh pembicara sangat signifikan untuk mempengaruhi minat konsumen untuk membeli. Serta menempelkan brosur di tembok terdekat. Jadi wirausahawan memilih strategi langsung untuk pemasarannya.
            Aspek yang keempat yaitu kepemilikan, hak kuasa atas kepemilikan nama, produk dan tempat sudah menjadi kepimilikan pribadi. Tepatnya pada saat pembukaan toko sendiri , wirausahawan mematenkan brandnya.
            Aspek yang kelima adalah Sumber Daya Manusia (SDM) , di toko mie ayam dino tidak memiliki pegawai yang dibayar, melainkan bantuan dari sang keluarga , yaitu isteri, terkadang ibu nya juga membantu. Alasannnya adalah untuk menghemat biaya pengeluaran usaha perbulannya.
            Aspek yang keenam yaitu organisasi, strukturisasi tidak terlalu tergambar dengan jelas , karena pemilik sekaligus mencakup sebagai pembuat dan pelayan. Sedangkan isterinya embantu di kasir dan sekaligus membantu membuat mie ayam. Jadi menurut saya tidak ada struktur organisasi yang terbentuk pada kasus mie ayam dino.
            Aspek yang   ketujuh adalah kepemimpinan, kepemimpinan yang dimaksud adalah wirausahawan diberi pengakuan dari SDM/organisasi. Menurut saya pengakuan sudah terjadi karena sumber daya manusia yaitu keluarga dan isterinya mengakui kegigihan bang Riko untuk menjadi wirausahawan sampai saat ini. Dan dari warga sekitar tempat berjualannya, banyak yang mengatakan bahwa produk yang dihasilkan memiliki cita rasa yang enak.
            Aspek yang kedelapan yaitu Evaluasi usaha sudah terjadi karena setiap hari, minggu bahkan bulan bang Riko dan isterinya selalu melakukan evaluasi usaha ketika usai berjualan, mereka melihat masalah yang timbul, masalah yang tak terduga, bahkan pengeluaran yang tidak terduga, serta mengevaluasi hasil pendapatannya. Setelah di evaluasi wirausahawan selalu berusaha memperbaikinya.
            Aspek yang terakhir yaitu yang kesembilan adalah pengembangan usaha, pengembangan usaha belum terjadi, karena wirausahawan baru melakukan niat untuk mengekspansi usahanya atau ingin membuka cabang, tetapi belum terealisasikan karena adalanya kendala modal yang belum mencukupi.

Ø  5 HAL YANG DIKATAKAN UNTUK SUKSES
            Untuk memulai harus memiliki sikap tekun yaitu mengetahui siklus pada periode usaha, yaitu kapan musim sepi dan musim ramai, dalam hal ini wirausahawan sudah dikatakan tekun karena wirausahawan mengetahui siklus musim sepi dan ramainya yaitu musim ramai terjadi ketika lebaran Idul Fitri dan lebaran Idul Adha. Dan utuk musim sepinya terjadi ketika Bulan Ramadhan.
            Yang kedua adalah poiny menanggung Resiko, pada point ini wirausahawan sudah melakukan pengorbanan waktu karena menunda pernikahan sampai umur 33 tahun karena sibuk membuka usaha dan berusaha menjualnya dengan baik, serta berkorba waktu pada usia mudanya.
            Yang ketiga adalah point jujur, yaitu mengatakan sebagaimana adanya, pada point ini wirausahawan sudah melakukanya dengan baik yaitu memberitahu jika ada kecacatan produk atau adda produk yang cita rasanya kurang baik. Serta berperilaku jujur ketika ada kelebihan pembayaran yang dilakukan konsumen.
            Yang keempat adalah point tujuan jangka panjang, menurut saya sudah tercapai karena beliau memiliki kreatifitas dan inovasi produk, sehingga konsumen tidak bosan jika ke tokonya untuk membeli makan, karena tersedia beberapa macam makanan membuat ruang linkup pemilihan produk terhadap konsumen tidak sempit.
            Yang kelima adalah point doa dan berserah diri kepada Tuhan, meurut saya wirausahawan ini sudahmelakukan ibadah solat lima aktu dengan rajin serta berdoa kepada Allah SWT untuk kelancaran usahanya. Setelah berdoa, wirausahawan bertawakal kepada Allah SWt tetapi tetap bersemangat dalam mencapai tujuannya.











BAB IV

Ø    ANALISIS KELAYAKAN USAHA
·         Analisis B/C Ratio : Pada analissi B/C Ratio  usaha dapat dikatakan layak jika B/C > 1, jadi
B/C Ratio = pendapatan perhari/modal perhari
                 = Rp 800.000/350.000 = 2.28
Jadi B/C Ratio 2.28 > 1 , jadi usaha ini dapat dikatakan layak karena angka B/C Ratio melebihi dari 1.
·         Analisis BEP  untuk tahun 2017  :
TFC :  Rp 12.000.000/bulan
P : Rp 13000/porsi
V: Rp 8000/porsi
Ø  BEPunit= TFC / ( P-V)
= 12.000.000 / (13000-8000)
= 12.000.000/ 5000 = 2400 unit
                        Jadi untuk mencapai BEPunit harus menjual 2400 porsi mie ayam                            per bulannya. Jadi untuk perharinya pedagang harus menjual mie                                   ayam minimal 80 porsi mie ayam agar mencapai BEP unit.
Ø  BEP Rupiah = BEP unit x Price
                     = 2400 x 13000 = 31.200.000
Jadi untuk mencapai BEP Rupiah pedagang harus mencapai pendapatan perbulan sebesar Rp 31.200.000 .
·      Analisis Payback Period (PP) :
Nilai Investasi = Rp 45.000.000
Proceeds = Rp 5.000.000
PP= Nilai Investasi/Proceeds
PP= 45.000.000/ 5.000.000 = 9
Jadi nilai Investasi sebesar Rp 45.000.000 dapat dikembalikan investasinya dalam waktu 9 tahun.

E. SPESIFIKASI TEKNIS
                        Untuk pembukuan akuntasinya dilakukan oleh ibu Titi yaitu istrinya dikarenakan perempuan perhitungannya cukup matang dan teliti dalam menghitung. Bu Titi membuat jurnal, neraca di buku nya, jadi di buku tersebut dapat dilihat arus kas yang terjadi setiap hari, minggu, bulan dan tahunnya.
                        Untuk bagian keuangannya juga ibu Titi yang mengatur pemasukan, pengeluaran untuk bahan-bahan serta untuk pembelian peralatan dan biaya tak terduga lainnya semua diatur oleh ibu Titi.
                        Untuk pemasarannya sendiri berupa word of mouth , yaitu pelanggan yang sudah menjadi pelanggan setia atau pelanggan biasa (konsumen) akan mempromosikan bahwa mie ayam Dino enak dan murah dibanding mie lainnya. Kekuatan word of mouth sangat berpengaruh , karena secara tidak langsung ketika seseorang mempromosikan suatu produk tertentu, kita akan terpengaruh untuk mencoba membelinya. Ketika rasa sesuai selera si konsumen, konsumen tersebut akan terus membeli dan mempromosikannya lagi ke teman,sahabat dan kerabat mereka. Selain word of mouth, bang Riko tetap menempelkan brosur di tembok-tembok serta membagikan flyer di tempat-tempat tertentu.

F. HASIL USAHA YANG DI CAPAI
Hasil akhirnya adalah sebagai berikut
NO.
Kondisi Hasil
Kebutuhan Pokok
Hutang
Memperkerjakan orang lain
1.
Subsistence
-
¼
0
2.
Survive

x
0
3.
Stability

x
0
4.
Significant

x
0



G. DESKRIPSI LAIN-LAIN
            Halaman Rumah dijadikan tempat usaha dan tempat usaha ini terdapat di pinggir jalan tepatnya sehingga banyak orang yang berlalu lalang melewati lokasi ini dan banyak juga yang melihat mie ini dan tertarik unutk membelinya. Kekuatannya adalah lokasi berada di pinggir jalan yang mudah dijangkau oleh konsumen. Kelemahannya adalah Mie Ayam ini adalah Mie ayam jawa, dan banyak kompetitor yang berjualan mie ayam bangka (cina) pada saat ini konsumen lebih tertarik dengan cita rasa yang disajikan oleh ie ayam bangka. Keaktifan yang dilakukan oleh ibu Titi dalam mempromosikan produknya di lingkungan sekolah anak-anaknya.
Dibawah ini adalah gambar-gambar yang saya tampilkan untuk memperjelas suasana di toko Mie Ayam Dino
ini adalah daftar menu yang tersedia di Mie Ayam Dino denganberbagai varian rasa dan berbagai varian harga.

Ini adalah tempat duduk yang tersedia di Mie Ayam Dino, pada saat saya memfoto ini kebetulan sedang ada acara reunian sekolah bang Riko jadi terlihat ramai.
Ini adalah gambar Bang Riko dan istrinya yaitu Ibu Titi yang saya ambil ketika mereka berdua sedang membuat mie ayamnya.
Ini adalah tampilan Mie Ayam Dino, kebetulan saya memesan Mie Ayam Bakso.
Karena Bang Riko sedang sibuk reunian bersama teman-temannya, saya berfoto dengan Ibu Titi Rosdiati istri bang Riko.
PROFIL WIRAUSAHA MIE AYAM DINO


Disusun Oleh
Nama   : Almira Nazma
Kelas   : 3EA23
NPM   : 10214881


UNIVERSITAS GUNADARMA
PROGRAM STUDI S1
JURUSAN MANAJEMEN
DEPOK
2017

0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 Almira Nazma's Blog. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger